Archive for April, 2016

Reuni Pertama Blitza Remigion

Written by arielthekillers. Posted in Reuni Blitza

4

Reuni BLITZA REMIGION Perdana “endangono pondokmu”
Tasyakuran Pondok Modern Darussalam Gontor ke-90th.

Muqodimah

Assalamu’alaikum…
Salam Blitza…. !!!

Tasyakuran Pondok Modern Darussalam Gontor yang ke-90th dimulai dari bulan juli hingga September dengan beberapa agenda penting. Blitza sebagai bagian wadah keluarga alumni tahun 2005 PM Darussalam Gontor berencana memeriahkan agenda tersebut dengan melaksanakan reuni angkatan. Alumni yang berumur 11th ini mencoba men”charge” diri dengan nyantri kembali. Berharap dapat merangkai kekuatan jiwa untuk berbuat yang terbaik sesuai amanah Pondok.  Dengan semangat “Bilinsijami wal maiyyati nabtaghi mardhatillah” kami haturkan kegiatan keluarga besar BLITZA REMIGION melalui Reuni “endangono pondokmu” Tasyakuran Pondok Modern Gontor ke-90th.

Maksud

Kegiatan ini bermaksud untuk membangkitkan kembali semangat kekeluargaan, kekaryaan dan ruh kebersamaan dan keharmonisan dalam berjuang untuk menggapai mardhatillah.

Tujuan:

  1. Memupuk semangat kekeluargaan BLITZA REMIGION.
  2. Bernostalgia dalam keindahan.
  3. Sebagai media pembangkit perjuangan BLITZA dikalangan masyarakat dan intropeksi 11th BLITZA REMIGION.
  4. Menjadi sarana interaksi bersama melalui tukar informasi dan kerjasama di segala sektor.
  5. Mengukur mimpi, menyamakan langkah, dan menyatukan arah untuk kebaikan bersama-sama.

Waktu dan Tempat

Kegiatan ini diselenggarakan pada:
Hari/ Tanggal    : Tanggal 26-28 Agustus 2016
Tempat               : Ma’had Daaru Thullab. Jl. Cinde Wilis no. 9A, Kertosari, Babadan, Ponorogo

Rundown

26 Agustus 2016
Chek In dan Registrasi.
Ramah Tamah ( Kegiatan Bebas ).
27 Agustus 2016
Temu Kangen dan pembahasan Blitza di Gedung Sasanapraja.
Ramah tamah “ngopi bersama” bersama Blitza Remigion.
Tahajjud Bersama.
28 Agustus 2016
Napak tilas Pondok Modern Gontor.
Silaturahmi dengan Pimpinan Pondok Modern Gontor dan Guru-guru.

Biaya

Iuran kegiatan ini sebesar  Rp 300.000,- per orang, untuk:

  1. Akomodasi Penginapan dan Konsumsi di Ma’had Daaru Thullab dan Gontor.
  2. Makan Siang, makan malam dan Coffe Break tanggal 27 Agustus (Gedung Sasana Praja).
  3. Kaos + Stiker

Informasi

Form Registrasi Keikutsertaan Reuni : Klik Disini
Form Konfirmasi Pembayaran Keikutsertaan Reuni : Klik Disini
Daftar dan laporan Keikutsertaan : Klik Disini

Kontak Person :

  • Email: panitiareuni@blitza679.com
  • No. Telp: 082227991002 – 08561994911

Penutup

Semoga kegiatan ini selalu dalam Ridho Allah SWT dan dapat berlangsung sesuai harapan dan dapat mempererat silaturahmi keluarga besar Blitza remigion Pondok Modern Gontor. Besar harapan  kami  terhadap  partisipasi seluruh  keluarga Blitza dalam mengsukseskan acara milad pondok kita tercinta GONTOR dan berperan aktif dalam rangkaian kegiatan ini .

Perbedaan Sikap

Written by Jauhar Ridloni Marzuq. Posted in artikel

Dunia ini adalah tempat perbedaan. Allah menciptakan manusia dengan watak dan sifat yang berbeda-beda. Dalam Ilmu Fikih, kita biasa mengenal istilah Syadaa’id Ibnu Umar (ketegasan Ibnu Umar) dan Rukhas Ibnu Abbas (kelonggaran Ibnu Abbas).

Ibnu Umar RA terkenal ketat dalam menjalankan ajaran-ajaran agama, sementara Ibnu Abbas RA terkenal longgar. Dalam perkara yang membatalkan wudhu, misalnya, Ibnu Umar RA berpendapat sentuhan kulit antara perempuan dan lelaki yang bukan mahram membatalkan wudhu, baik dengan syahwat ataupun tidak. Sementara Ibnu Abbas RA berpendapat ia tidak membatalkan wudhu, bahkan meskipun diikuti dengan syahwat.

Dalam ibadah haji, Ibnu Ummar RA rela berdesak-desakan untuk mencium Hajar Aswad, sementara Ibnu Abbas RA cukup dengan melambaikan tangan dari jauh. Ketika ditanya, Ibnu Umar RA bilang, “Hati ini seperti ditarik untuk menciumnya, meskipun harus berdesak-desakan”. Sementara Ibnu Abbas RA bilang, “Tidak harus berdesak-desakan. Tidak boleh menyakiti dan disakiti.”

Bukan hanya para Sahabat muda Rasulullah, para pembesar sahabat juga memiliki kecondongan masing-masing. Ketika Rasulullah SAW meminta pendapat tentang tawanan perang Badar, Abu Bakar RA bilang: “Rasulullah, para tawanan itu banyak dari keluarga dan sanak saudara kita. Lepaskanlah saja biar mereka membayar tebusan, dan uangnya kita gunakan untuk keperluan kaum Muslimin.”

Sementara Umar bin Khattab RA bilang, “Jangan lepaskan mereka, Ya Rasulullah. Kita harus memberi pelajaran kepada kaum Musyikirin. Berikan si A kepada saya, dan si B kepada Ali, dan di C kepada Ustman, biar kami penggal leher mereka.”

Bukan hanya para Sahabat, para Nabi dan Rasul juga tidak sama pembawaanya. Nabi Nuh AS, ketika melihat kaumnya ingkar, beliau berdoa kepada Allah “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara kaum Kafir itu tinggal di atas bumi (alias hancurkanlah mereka semua).” Sementara Nabi Isa AS berdoa, “Jika Engkau akan mengazab mereka (dan itu adalah hak-Mu), maka sesungguhnya mereka adalah hamba-Mu, namun jika Egkau memaafkan mereka, maka sesungguhnya Engkau maha perkasa lagi maha bijaksana.”

Bahkan mereka yang lahir dari bapak dan ibu yang sama, di tempat yang sama, pada masa yang sama, bisa juga berbeda perangainya.

Lihatlah Hasan dan Husein radhiyallahu ‘anhuma. Keduanya sama-sama lahir dari Ali bin Abi Thalib dan Fatimah, sama-sama cucu Nabi, tapi pembawaan keduanya seperti bertolak belakang. Hasan RA terkenal kalem dan suka mengalah, Husein RA tegas dan berapi-api. Husein RA, meskipun memiliki hak baiat untuk menjadi khalifah, beliau rela mundur demi kemashlahatan kaum Muslimin dan menyerahkannya kepada Muawiyah. Sementara Husein RA, yang belum mendapatkan baiat setelah kematian Muawiyah RA, justru keluar dari kepamimpinan Yazid dan ingin membuat khilafah tandingan di Kufah.

Intinya apa? Intinya itulah manusia. Kita diciptakan dengan begitu banyak keragaman dan perbedaan. Masalahnya bukan pada perbedaan, tapi bagaimana kita menyikapi perbedaan.