Archive for April, 2016

Spirit of SPINKER & Spirit of BLITZA

Written by Abu Shofi Shidiq. Posted in artikel, celoteh

“I Live Sepinkerr..! Yo Semuanya; I Love Sepinkerrr..!”

Lagi dan lagi..sambil menepuk dada bangga lagu dan yel-yel ini yang selalu dikumandangkan di setiap perhelatan dari sejak kelas 1 KMI s.d kelas 5 KMI..Para Muharrik Marhalah membius semangat anak-anak didik berpapan nama coklat ini.

Banyak sekali atribut Spinker melekat menjadi asa yang ditransfer secara langsung ataupun tidak langsung oleh Ustadz/Musyrif kami yang memang “betul-betul” berdaulat atas nama SPINKER Generation 598/620 bersama rekan-rekan seliting.

Faktanya, peranakan SPINKER dengan segala pernak perniknya, mulai dari tahun 2000 bagi yang Fashl Adi, dan mulai dari tahun 2002 bagi Fashl Taksifi adalah kesan dan pesan tersendiri yang tak akan terlupakan. Entah mengapa SPINKER senantiasa membangkitkan semangat “kebersamaan dan keharmonisan”. Ada cerita tersendiri yang membuat diri ini tertawa geli atau haru bahkan tersedu-sedu jika mengingatnya, sekalipun merasakan semangat ini hanya di kelas 1 atau 1 tahun kurang sekalipun.

Sejarah pun ditoreh, mereka yang diberi kesempatan sampai menjadi siswa akhir hingga akhirnya secara resmi mendapat penamaan/label BLITZA REMIGION terpilih untuk siswa akhir KMI tahun 2005 (605) atau siswa akhir KMI yang ke 79 (679).

Blitza

Nama BLITZA seperti sebuah euforia bagi siswa akhir saat itu, melanjutkan ruh “kebersamaan dan keharmonisan” yang telah ada sebelumnya, jika dipanjangkan BLITZA adalah “Bil-insijami wal-ma’iyyati nabtaghi mardhotillah”. Sedang REMIGION mempunyai spirit “Reanimated Generation”. Keren sekali, nggeleleng pokoke!

Siswa akhir yang penuh haibah dan muru’ah sekalipun tidak di munazomah almuhim sanah sadisah!. Dari PBR, PBS, yang masih berkepala “cepak jundi”, lalu Panggung Gembira, min lajnah ilaa lajnah ukhro sampai Imtihan Niha-i dan mengabdi. Tak dapat dipungkiri sangat-sangat membekas walau 1 tahun BLITZA REMIGION di masa siswa akhir digembleng untuk senantiasa bersama dan harmonis..lalu apa?

Harapan dan doanya adalah seperti lirik lagu kebersmaan folksong saat kelas 5 KMI dimana Adi dan Taksifi dilebur untuk saling melengkapi “Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing..ingatlah hari ini..”. Berlanjut lagu “Bersatu” di Panggung Gembira “Sudah sudahlah lupakan saja semua..kebencian perdengkian..tiada berguna” juga lagu pamungkas berjudul “Hallo” yang laris manis semua adik angkatan mungkin menghafalnya..”Hallo, Hallo…kita selalu satu..selamanya..” aih manisnya kenangan itu.

Namun..siapa yang berhak menyandang spirit SPINKER hingga saat ini ?. Nyatanya, bukan hanya the real SPINKER 620. Si BLITZA 679/605 pun punya hak memiliki spirit itu karena mereka besar di Gontor dibersamai Para Musyrif & Teman-teman sekelas seangkatan, lebih dari itu ada saudara-saudara kita yang mungkin tidak begitu bangga dengan nama BLITZA tapi mereka berhak memiliki spirit SPINKERS di eranya di masanya. Biarlah spirit itu membumi, jangan mengunci diri, meluaslah bahkan lepaskanlah untuk merekat umat ini.

Setuju ataupun tidak setuju inilah kata hati yang lazim bagi para pemersatu. Bawalah spirit SPINKER atau BLITZA ini dalam mewarnai organisasi apapun dimanapun kapanpun, termasuk di keluarga. Dukunglah Banggalah dan Doakanlah sahabat kita dimanapun dan sebagai apapun.

Blitza

Mari Buka fikiran buka tangan dan buka hati..Hancurkan belenggu dan sekat iri apalagi dengki. Sukses yang lalu atau sukses sekarang entah bagaimana masa depan. Biarlah yang lalu atau yang saat ini belum sukses jadi pelajaran..adalah yang paling berharga yakni pengalaman dan perjuangan. Tuhan saja tidak menuntut untuk Sukses, tapi Tuhan meminta kita untuk Berjuang”. Dan Perjuangan belum berakhir kawan..karena hidup adalah perjuangan dan proses belajar tanpa batas.

Ingat Spirit kita bersama!. Spirit itu bukan lain adalah..Spirit Kebersamaan dan keharmonisan.. Mari tularkan ini bukan hanya merebak harumnya ke bapak-bapak angkatan atau anak-anak angkatan tapi UMUM-kan.
BIL-INSIJAMI WAL-MA’IYYATI NABTAGHI MARDHOTILLAH. Dan..Tak lupa bagi sahabat yang telah mendahului kita..lahum Alfaatihah.

Salam BLITZA teriring Doa,
Abu Shofi Shidiq @busovs.

Amaliyatu At Tadris, Micro Teaching ala Gontor

Written by admin. Posted in artikel

Oleh Ust. Rahmatullah Oky

Saya berbincang dengan seorang lulusan S-2 di salah satu universitas di Bandung ini. Beliau bercerita tentang unik dan asyiknya “Micro Teaching” yang beliau alami di bangku kuliah. Mengajar dan diawasi oleh teman-temannya, lalu di evaluasi bersama-sama sebagai bahan bahasan pada saat diskusi nanti. Beliau bercerita berapi-api, karena mungkin menganggap saya belum tahu hal seperti itu.

Sesaat setelah beliau selesai, lalu saya ceritakan pengalaman saya ketika dulu menjalani masa Amaliah Tadris (Praktek Mengajar). Bagimana kita diberi waktu 2,5 hari untuk menghubungi pengajar aslinya untuk bertanya materi apa yang harus diberikan, kemudian membuat persiapan mengajar selengkap-lengkapnya, lalu membawanya dihadapan ustadz pembimbing untuk dikoreksi, lalu diperbaiki lagi, diajukan lagi, setelah ditanda tangani, lalu kita praktekkan apa yang akan kita ajarkan itu di hadapan teman-teman terlebih dahulu, apa yang akan kita sampaikan harus kita tulis lengkap, cara-caranya, pertanyaanya, jawabannya, disiapkan seluruhnya. Dan diusahakan kita tidak membuka persiapan kita ketika mengajar meskipun itu dibolehkan.

Lalu tibalah saat amaliah itu. Saya tunjukkan foto di bawah ini, dia terkejut tak alang kepalang. Dihadapan puluhan Guru senior, dihadapan ratusan teman-teman kelas enam, harus mengajar kelas yang kita sama sekali tidak tahu kemampuannya. Sebab kalau kita ketahuan memberi tahu anggota kelas itu tentang materi ajar kita, otomatis amaliah kita akan hangus dan otomatis pula saya harus mengulang lagi amaliah saya. Ratusan mata itu menatap sang pengajar dengan mimik muka serius, meneliti semua apa yang dia ajarkan, kalau ada satu saja kesalahan akan langsung ditulis sebagai kritik kepadanya. Kawan saya terkejut bukan kepalang, dia bilang kalau saya diminta seperti itu pasti tidak sanggup, dan mungkin harus berfikir ulang untuk praktek mengajar….

Amaliyatu At Tadris

Saya bilang lagi, itu belum selesai…karena setelah itu ada “Darsu An-Naqdi” (Evaluasi Proses Pengajaran) dimana kritik dan kesalahn kita akan dibuka di hadapan para Guru dan teman-teman. Ada 4 kriteria kritik :

1. Thariqah (Cara mengajar) : Karena ini yang terpenting. Mengajar Muthala’ah (Bahasa Arab) jelas beda caranya dengan mengajar Hadits, jelas beda lagi kalau mengajar Khat (menulis Arab). Jadi tidak bisa diambil sama semua. Karena keliru mengambil cara, maka ini fatal. Kita harus mengulang lagi Amaliah Tadris kita. Bahkan kalau kita bertanya “Hari ini tanggal berapa?” sebelum bertanya “Apa Pelajaran kita?” ini sudah masuk kritik “Thariqah” yang besar. Karena murid belum sepenuhnya memberikan perhatian kepada pelajaran, tapi sudah ditanya macam-macam. In bagaimana?? Atau menunjuk santri cuma yang itu-itu saja untuk menjawab pertanyaan. Ini juga salah.

2. Maadah (Materi) : Materi ini meliputi apa isi pengajarannya. Materinya sudah betul atau salah. Kesalahan pada materi ini meliputi kesalahan pemberian kosakata baru, kesalahan memberikan keterangan pelajaran, kesalahan menjawab pertanyan santri, dan beberapa kesalahan materi ajar yang lain. Kalau sampai ada materi yang keliru, maka hukumanyya sama, kita harus mengulang lagi Amaliah Tadris kita.

3. Ahwalu Almudarris (Kepribadian Guru): Apakah Guru suaranya kurang lantang? Apakah Guru berdebar sehingga kelihatan? Apakah Guru mengajar dan jas-nya kotor? Apakah Guru hanya memberi pertanyaan kepada satu orang saja? Apakah Guru membiarkan murid yang tidur? Apakah Guru menghapus papan tulis dengan tangan dan bukan dengan penghapus papan tulis? Apakah wajah Guru tidak tersenyum? Apakah Guru melihat persiapan mengajarnya atau tidak? Apakah Guru mengajar tepat waktu? Apakah Guru memberi pinjaman pena kepada santri yang tidak membawa pena? Apakah guru bisa menjawab pertanyaan siswa diluar pertanyaan yang ada pada lembar persiapannya? Dan setumpuk pertanyaan lain. Ini harus dijawab oleh sang Guru. Tapi ini tidak terlalu fatal.

4. Lughatul Mudarris (Bahasa Guru) : Ini kesalahan yang PASTI dimiliki oleh semua Guru. Jadi tentu saja yang paling banyak adalah pada hal ini. Ini juga bukan kesalahan fatal, karena bisa jadi terpengaruhi oleh dialek masing-masing Guru.

Setelah panjang lebar dia saya beri keterangan tentang apa itu amliha tadris dan bagaimana praketikumnya. Dia kemudian berkata :

“Micro Teaching saya ternyata tidak ada apa-apanya disbanding Amaliyah Tadris sampeyan mas… Kapan ada Amaliyah di Gontor?? Saya harus menyaksikannya…!!”

Sayang. Amaliyah baru saja berlalu…Mungkin tahun depan pak…Semoga kita bisa bertemu lagi…

Sumber

Blitza Remigion supporting 90 tahun Gontor

Written by admin. Posted in Berita, Blitza News, Informasi

Sepuluh tahun yang lalu, ketika kami alumni Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2005 menjalani masa pengabdian, saat itu Gontor akan merayakan 80 tahun usianya. Tentu saja ada banyak sekali agenda-agenda pondok yang kemudian dalam perayaan itu tidak sedikit dari alumni tahun 2005 yang terlibat dalam kepanitiaan 80 tahun Gontor.

Tidak terasa, sepuluh tahun berlalu dan tahun ini Gontor akan merayakan perayaan 90 tahun usianya, dan tentu saja banyak sekali rentetan acara yang sudah dirancang oleh panitia 90 tahun Gontor. Sebagai bagian dari keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor, tentu saja Blitza Remigion 2005 memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung kesuksesan hajatan besar 90 tahun Gontor yang akan dihelat pada bulan Agustus-September tahun ini.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh setiap alumni untuk mensupport agenda besar Gontor tahun ini. Ada yang sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk melaksanakan tour ke Gontor ketika rentetan 90 tahun Gontor nanti berlangsung, baik itu dengan keluarganya sendiri, dengan teman-teman satu marhalah, dengan keluarga IKPM setempat, ada juga yang berinisiatif untuk ikut mengumpulkan dana untuk disumbangkan kepada panitia pusat, karena tentu saja hajatan besar 90 tahun Gontor ini akan menghabiskan dana yang tidak sedikit.

Blitza Remigion Support 90 tahun Gontor

Sejenak kita flashback, 2 tahun lalu ketika Indonesia sedang ramai pemilihan presiden, situasi politik di Indonesia begitu panas dan menjalar hingga elemen masyarakat terbawah. Blitza Remigion mencoba untuk meminimalisir perpecahan akibat perbedaan pendapat itu, meskipun hanya di wilayah yang sangat sempit. Saat itu, Blitza Remigion mengajak seluruh alumni Gontor tahun 2005 untuk mengganti Profile Picture secara serentak dengan format yang seragam.

Gerakan yang mungkin sifatnya sangat sederhana saat itu setidaknya kami syukuri mampu meminimalisir adanya konflik gesekan yang merupakan efek dari perbedaan pandangan politik saat itu. Berkaca dari apa yang sudah dilakukan dua tahun yang lalu, tahun ini Blitza Remigion ingin melakukan gerakan yang sama dalam tema yang berbeda.

Hajatan besar 90 tahun Gontor tentu sangat sayang untuk kami lewatkan begitu saja tanpa kami ramaikan di media sosial. Mungkin bagi sebagian orang, mengganti gambar tampilan di media sosial itu sangat sederhana. Tetapi, dalam era media sosial yang begitu pesat perkembangannya saat ini menurut kami adalah salah satu media yang tepat untuk menggalang dukungan dari internal Blitza Remigion 2005 untuk meramaikan 90 tahun Gontor.

Tidak ada tujuan dari kami untuk mengatakan bahwa “ini lho kami, Marhalah 2005!”, sama sekali tidak. Kami hanya ingin mendukung agenda besar 90 tahun Gontor berdasarkan kemampuan yang kami miliki. Karena memang beberapa orang diantara kami memiliki concern di dunia maya dan perkembangannya saat ini, maka dari itu langkah awal yang kami lakukan adalah melakukan gerakan massal mengganti profile picture di media sosial. Dan tentu saja akan hadir di website Blitza ini artikel-artikel yang akan mengulas banyak cerita-cerita lama berdasarkan pengalaman kami menjadi santri di Gontor dulu. So, stay tune on our website.

Tentu saja kami mempersiapkan gerakan ini dengan serius, programmer handal kami sudah menyiapkan web apllication untuk memudahkan teman-teman Blitza Remigion 2005 merubah tampilan foto dengan desain yang sudah disiapkan, sehingga ketidakseragaman frame tidak akan terjadi. Bagi teman-teman Blitza Remigion yang belum merubah tampilan foto di media sosial, silahkan kunjungi : http://stamp.blitza679.com/. Jika teman-teman mengalami kendala dalam proses pengeditan, silahkan hubungi admin di grup Blitza Remigion, baik Facebook atau Whatsapp Messenger. Kami siap membantu 24 jam, kecuali ketika kami sedang istirahat. hehehehe. Dan kalau sudah jadi, jangan lupa diupload di media sosial; facebook, twitter, instagram, path dan yang lainnya dengan mencantumkan #90TahunGontor dan #BlitzaRemigion.

Dan tidak lupa kami sampaikan kepada teman-teman Blitza Remigion, bahwa ditengah rentetan agenda 90 tahun Gontor ini kita juga punya hajatan besar; Temu Kangen Blitza Remigion. Melalui kesempatan ini, kami sampaikan agar teman-teman Blitza Remigion di setiap regional untuk semakin memperkuat silaturahmi, dan  tidak lupa kami menyampaikan: SAMPAI KETEMU DI 27 AGUSTUS 2016!

Registrasi Reuni Blitza Remigion

Written by arielthekillers. Posted in Reuni Blitza


Warning: fopen(/home/sloki/user/k9310635/sites/blitza679.com/www/wp-content/plugins/advanced-iframe/js/ai_external.js) [function.fopen]: failed to open stream: Permission denied in /home/sloki/user/k9310635/sites/blitza679.com/www/wp-content/plugins/advanced-iframe/advanced-iframe.php on line 426
The file "advanced-iframe/js/ai_external.js" can not be saved. Please check the permissions of the js folder and save the settings again. This file is needed for the external workaround! If you don't use the external workaround please create a empty file with the name ai_external.js in the js folder of the plugin.