Archive for October, 2013

Tentang BBM Multiplatform (lagi)

Written by Fahmi Agustian. Posted in artikel

Booming BlackBerry Messenger (BBM) for Android dan iOs sepertinya memang sedang ramai-ramainya. Berkali-kali saya melihat postingan di wall facebook yang menyebarkan kode Pin BBM. Bagi yang tidak memiliki handset Android, bahkan beberapa developer membuatkan sebuah aplikasi virtual handset agar bisa digunakan di notebook atau komputer desktop. Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, bahwa saya menduga rilisnya BBM multiplatform ini bukan tanpa maksud tertentu. RIM sebakai pemilik sah BBM sangat tidak logis jika melepaskan begitu saja secara gratis aplikasi andalannya ke pasar.

BBM Multiplatform

BBM Multiplatform

Blackberry sepertinya ingin segera menyudahi produksi handset low end, dan memaksimalkan pada segmen high end. Berbeda dengan strategi yang diklakukan oleh RIM di beberapa tahun terakhir yang masih merilis handset dengan kisaran harga dibawah 2,5 juta. Saat ini RIM lebih memilih segmen mid end dan high end dalam produksi handsetnya.

RIM seakan merespon keinginan publik yang sudah mulai fasih menggunakan teknologi layar sentuh pada ponsel. Bisa kita lihat di beberapa produk handset BlackBerry terakhir, teknologi layar sentuh semakin sempurna dari handset BlackBerry sebelumnya. Bahkan ada beberapa handset yang memadukan papan ketik dengan layar sentuh. Handset tersebut dilepas di kisaran harga diatas 3 juta rupiah.

BBM Multiplatform untuk pancingan.

Pada sebuah video yang baru dirilis oleh RIM. BBM pada BlackBerry Z30 akan mengusung sebuah fitur Video Call. Jika pada BBM versi sebelumnya sudah terdapat fitur Voice Call, BlackBerry menyempurnakannya pada handset BlackBerry Z30 tersebut. Saya senidri belum mendapatkan info apakah BBM Voice sudah ada pada BBM for Android dan iOs atau belum. Namun seprtinya belum. Dan ada beberapa fitur-fitur yang ada pada aplikasi BBM for Blackberry ternyata tidak terdapat pada BBM for Android dan iOs. Maka saya menyimpulkan bahwa BBM Multiplatform ini hanyalah pancingan yang digunakan oleh RIM agar user mau membeli handset BlackBerry terbaru dengan fitur BBM yang lebih lengkap.

Beberapa pengguna BBM Multiplatform mengeluhkan terjadinya pemborosan baterai setelah mereka menggunakan aplikasi BBM Multiplatform tersebut. Hal ini jelas sekali terjadi karena server BBM Multiplatform tidak sama dengan server yang digunakan oleh BBM for BlackBerry. Hal ini menyebabkan proses pengiriman pesan antar platform tersebut menjadi lamban jika dibandingkan proses pengiriman pesan antar pengguna BBM pada handset BlackBerry. Selain itu, para pengguna BlackBerry dimudahkan dengan adanya sistem langganan paket yang tidak berbasis kuota pada handset BlackBerry. Berbeda pada pengguna handset Android atau iOs, pemakaian internet akan berdasarkan kuota langganan yang mereka beli. Sehingga penggunaan BBM Multiplatform, selain menguras baterai juga menguras kuota internet pengguna. Dan masih banyak lagi beberapa kekurangan fitur yang tidak didapatkan pada BBM Multiplatform dibandingkan BBM pada handset BlackBerry sendiri.

Prediksi saya, aplikasi BBM Multiplatform ini nantinya akan memungut biaya dari para user untuk fitur-fitur tertentu. seperti BBM Voice dan BBM Video. Sma dengan aplikasi messenger gratisan lainnya yang sudah beredar. Sebut saja KakaoTalk dan Line. Aplikasi tersebut memang diberikan secara gratis, namun untuk fitur sticker/smiley, para user diharuskan membelinya agar bisa menikmati fitur tersebut. Jadi pada dasranya, BBM multiplatform ini sama saja dengan aplikasi messenger gratisan lainnya. Hanya saja BBM sudah memiliki nama besar sejak lama dibandingkan aplikasi messenger lainnya.

Maka, pilihan ada pada pengguna. Hanya saja orang Indonesia dikenal lebih mengutamakan gaya daripada fungsi. Banyaknya aplikasi messenger pada sebuah handset tidak berbanding lurus dengan fungsi yang seharusnya dimanfaatkan. Dari sekian aplikasi messenger yang diinstall pada sebuah handset, kebanyakan berisi kontak yang sama. Sehingga para pengguna ponsel merasa lebih gaya jika dalam handsetnya terdapat banyak aplikasi yang diinstall, meskipun tidak memanfaatkan secara maksimal. Atau bahkan ada yang hanya ikut-ikutan saja. Menginstall sebuah aplikasi namun tidak tahu cara menggunakannya dan tidak tahu apa fungsiya. Be a smart user when using a smartphone.

Not your day, Don Carlo.

Written by Fahmi Agustian. Posted in artikel

Laga El Clasico edisi ke 225 memunculkan Barcelona sebagai pemenang. Menjamu Real Madrid di Camp Nou dengan dukungan penuh fans yang hadir, Barcelona menundukkan Real Madrid dengan skor tipis 2-1. Carlo Ancelotti harus menelan kekalahan di laga El Clasico perdananya, hanya saja Don Carlo tidak merasakan sambutan pahit 5 gol yang dirasakan oleh Jose Mourinho beberapa tahun yang lalu. Laga El Clasico semalam tetap panas seperti biasanya, wasit Undiano Mallenco terpaksa mengeluarkan 7 kartu kuning, 5 diantaranya untuk pemain Real Madrid.

Adu strategi dua pelatih anyar

Tata Martino seperti tidak menemukan kesulitan dalam menyusun starting XI di laga semalam. Skema 4-3-3 yang dipasangnya hanya merubah sedikit posisi pemain saja. Jika pada pertandingan sebelumnya Messi selalu menjadi penyerang tengah, laga tadi malam La Pulga digeser ke sektor penyerang kanan dan posisinya digantikan oleh fabregas yang sudah fasih memerankan false nine. Lini tengah tetap dipercayakan kepada Xavi dan Iniesta sebagai motor serangan, dan Sergio Busquets tetap diplot sebagai gelandang bertahan untuk memotong serangan Real Madrid. Begitu juga di sektor pertahanan, tidak ada perubahan yang signifikan dari laga-laga sebelumnya. Absennya Jordi Alba karena cedera tertutupi oleh Adriano. Starting XI Barcelona : V. Valdes-Alves-Pique-Mascherano-Adriano-Busquets-Xavi-Iniesta-Messi-Fabregas-Neymar.

Carlo Ancelotti, seperti yang sudah-sudah. Ia memasang skema diamond di lini tengah. Sayangnya racikan 4-3-3 miliknya terlihat tidak berjalan di babak pertama. Ia seakan memaksakan diri untuk memainkan Gareth Bale dan Angel Di Maria secara bersamaan dengan memasang Ronaldo sebagai penyerang tengah. Lini tengah dipercayakan kepada Luca Modric dan Sami Khedira. Sektor gelandang bertahan dipercayakan kepada Sergio Ramos. Hal ini cukup mengagetkan, meskipun Xabi Alonso masih absen, nyatanya Real Madrid masih memiliki Asier Illaramendi, namun Don Carlo sepertinya belum percaya penuh pada kualitas pemain yang digadang-gadang menjadi “The next Xabi Alonso” tersebut. Di Sektor pertahanan, Ancelotti pun sepertinya sedang berjudi. Dan sayangnya, perjudiannya tersebut berbuah pahit. Ia memasang Carvajal dan Varane dan terbukti gagal meredam Neymar di sektor tersebut. Nilai plus Madrid di sektor pertahanan ada pada duet Pepe dan Marcelo yang berhasil membuat Messi tidak memiliki ruang gerak yang luas, sehingga Messi tidak selincah biasanya. Diego Lopez tetap dipercaya sebagai penjaga gawang. Starting XI Real Madrid : D. Lopez-Marcelo-Pepe-Varane-Varvajal-S. Ramos-Luca Modric- Sami Khedira-Di Maria-Gareth Bale-Ronaldo.

Barcelona memainkan tiqui taka khas mereka dengan baik, bahkan tidak menemui kesulitan sedikitpun di lini tengah mereka. Seprti yang sudah saya duga sebelumnya, Real Madrid menyerang dari sektor sayap. Sayangnya, Ronaldo tidak memiliki ruang ketika El Real melakukan serangan, bahkan 2 fullback Barcelona berhasil meredam pergerakan Di Maria dan Gareth Bale, sehingga mereka jarang melakukan umpan lambung diagonal ke kotak pinalti.

Pergantian pemain yang efektif

Kedua pelatih sama-sama melakukan 3 kali pergatian pemain di babak kedua, dan semua pergantian tersebut bisa dikatakan sebagai pergantian yang efektif. Di kubu tuan rumah, Tata Martino secara bergiliran mengganti Cesc Fabregas dengan alexis Sanchez, Andres Iniesta digantikan oleh Alex Song dan terakhir Neymar digantikan oleh Pedro Rodriguez. Pergantian pertamanya berbuah manis di menit ke 78. Neymar dengan cerdik memberikan umpan bola hasil sundulan Xavi kepada Alexis Sanchez yang kemudian mampu mengecoh pergerakan Varane, Sanchez kemudian melepaskan sepakan lambung ke gawang Madrid setelah melihat posisi Diego Lopez yang terlalu jauh meninggalkan gawangnya.

Pergantian yang dilakukan oleh Carlo Ancelotti pun terbilang efektif. Diawali dengan ditariknya Sergio Ramos digantikan oleh Asier Illaramendi yang memang berposisi sebagai gelandang bertahan terbukti lebih mampu menjaga lini tengah Real Madrid dibandingkan Ramos. Kemudian mengganti Gareth Bale dengan Karim Benzem dan Di Maria digantikan oleh Jese Rodriguez. Masuknya Benzema secara otomatis mengubah posisi Ronaldo dan Di Maria. Perubahan posisi ini hampir saja berbuah manis jika sepakan Benzema dari luar kotak pinalti tidak menerpa mistar gawang Barcelona. Sayangnya Real Madrid hanya mampu memperkecil kedudukan semenit jelang peluit panjang. Skema serangan balik yang sangat baik, kerjasama antar Ronaldo dan Jese Rodriguez berbuah gol telat bagi Real Madrid.

Statistik pertandingan

Secara umum, tim tuan rumah menguasai jalannya poertandingan, dengan penguasaan bola sebanyak 54% berbanding 46% milik tim tamu. Barcelona menciptakan 12 peluang untuk mengancam gawang Real Madrid, sedangkan Real Madrid melakukannya sebanyak 10 peluang.

Stats Overview (credit by Squawka.com)

Stats Overview (credit by Squawka.com)

Dari grafik diatas menunjukkan bahwa pertandingan berjalan sangat ketat. Masing-masing tim saling bergantian membongkar lini pertahanan lawan. Jika Barca mencoba membongkar pertahanan El Real melalui skema umpan-umpan pendek, Real Madrid beberapa kali membongkar dari sektor sayap.

Goal Attempts

Goal Attempts (Grphic by whoscored.com)

Dari statistik diatas, efektifitas Barcelona dalam melakukan percobaan tendangan mengarah ke gawang lawan lebih baik dibandingkan Real Madrid. Dari total 12 percobaan yang dilakukan, 8 diantaranya berasal dari open play, 2 berasal dari set piece, dan 2 sisanya berasal dari skema serangan balik. Dari semua percobaan tersebut, Barcelona berhasil mengkonversi menjadi 2 gol. Real Madrid sebenarnya tidak bisa dikatakan jelek dalam upaya menyerang pertahanan tim tuan rumah. Dari 10 percobaan, 8 diantaranya berasal dari open play, 2 sisanya masing masing berasala dari sebuah set piece dan sebuah skema serangan balik yang kemudian berbuah gol balasan dari sepakan kaki Jese Rodriguez.

Passes graphic ( graphic by whoscored.com)

Passes graphic ( graphic by whoscored.com)

Seperti biasanya, Barcelona melakukan passing bola yang lebih banyak dari tim lawan. Dari grafik diatas Barcelona unggul 544 passing berbanding 446 milik Real Madrid. Sesuai dengan skema permainan masing-masing tim, barcelona unggul dalam skema umpan terobosan (trough pass ball) yaitu 10 kali. Pun demikian dengan tim tamu, mengandalkan 2 pemain sayapnya, mereka menciptakan total 19 crossing dari sisi sayap. Passing pendek yang dilakukan oleh barcelona jelas lebih banyak daripada Real Madrid yang lebih sering melakukan long ball pass dalam menyerang.

Neymar da Silva vs Gareth Bale

Selebrasi pemain Barcelona

Selebrasi pemain Barcelona

Sejak awal pertandingan, penonton sudah menunggu aksi Neymar dan Gareth Bale. Seakan mengamini do’a para penonton, pertandingan dilapangan seakan menenggelamkan Messi dan Ronaldo yang kurang greget di pertandingan ini. Dan El Clasico jilid pertama musim ini dipastikan menjadi panggung Neymar da Silva. Beberapa kali ia merepotkan lini pertahanan Real Madrid. Jika melihat proses terjadinya gol pertama, ia berhasil melepaskan diri dari kawalan Carvajal dan Varane yang lebih sibuk menjaga Iniesta. Bola sodoran Iniesta kemudian dieksekusi dengan baik menuju tiang jauh dari Diego Lopez. Gol kedua Barcelona pun hasil dari kreasi Neymar. Dengan cerdik ia memberi umpan matang kepada Sanchez yang kemudian mengecoh Varane untuk mencetak gol kedua.

Gareth Bale? Seakan ia terbebani dengan harganya yang sangat mahal. Buah dari buruknya skema permainan Real Madrid di babak pertama mengakibatkan Bale jarang mendapatkan peluang. Andai saja Ancelotti tidak memaksakan memasang 3 pemain yang bertipikal pemain sayap dalam satu waktu. Jika sejak menit pertama Bale dan Ronaldo di plot sebagai penyerang sayap, dan Benzema sebagai striker tunggal, mungkin akan lebih efektif. Sayangnya Ancelotti terlambat merubah strategi ini. Melihat statistik yang ada, bisa jadi fans Madrid mulai mengutuk Florentino Perez atas penjualan Ozil. Atau mungkin Ancelotti juga mulai menyadari kesalahannya menjual Ozil. Are you missing Ozil, madridistas?

Persaingan masih akan terus berlanjut

Well, El Clasico jilid pertama dimenangkan oleh Barcelona musim ini. Dengan koleksi 28 poin total dari 10 pertandingan, barcelona mantap berada di posisi puncak berjarak 6 poin dari Real Madrid di posisi ketiga. Hadirnya Atletico Madrid yang mampu berada di posisi kedua klasemen menjadi daya tarik tersendiri La Liga musim ini. Anak asuh Diego Simione mencoba menjadi kuda hitam setelah beberapa tahun terakhir jawara La Liga hanya dikuasai oleh Barcelona dan Real Madrid. Dengan skema permainan yang tidak berubah banyak, Barcelona berada di unggulan teratas menjuarai La Liga musim ini. Carlo Ancelotti harus segera menemukan racikan yang tepat untuk tim nya berdasarkan skema yang ia mau. Jika tidak, maka Real Madrid bisa kembali mengalami kesulitan ketika menghadapi tim-tim papan tengah La Liga.

Ronaldo

Ekspresi Ronaldo setelah dilanggar Mascherano

Kinerja wasit Undiano Mallenco semalam memang tidak baik. Pelanggaran terhadap Ronaldo seharusnya memang berbuah pinalti, namun jangan lupa bahwa Sergio Ramos pun selamat dari kartu kuning kedua. Hal ini bisa jadi pertimbangan Ancelotti untuk menariknya dan digantikan oleh Illaramendi. Bagi fans Real Madrid yang masih saja menggerutu kinerja wasit, ada baiknya melihat laga tengah pekan kemarin saat kontra Juventus. Dan saran saya, lebih baik kalian fokus saja pada rutinitas kalian sehari-hari daripada sibuk memperbincangkan kinerja wasit ini. This is just a football game, bro!.

Preview El Clasico perdana musim ini

Written by Fahmi Agustian. Posted in artikel

Barcelona vs Real Madrid

Barcelona vs Real Madrid

Akhir pekan ini tayangan sepakbola akan disuguhi sebuah pertandingan seru antara Barcelona kontra Real Madrid. Ya, El Clasico biasa kita menyebutnya. Kurang dari 24 jam kedepan laga sarat gengsi ini akan dihelat di Camp Nou, kandang Barcelona. Secara statistik, dari 224 pertandingan kompetitif yang mempertemukan kedua tim, Real Madrid memenangkan 90 pertandingan sedangkan Barcelona menang 86 pertandingan 48 sisanya berakhir imbang, jika dipersempit dalam cakupan La Liga, dari 166 laga El clasico Real Madrid mengantongi 70 kemenangan sedangkan Barcelona 64, dan 32 sisanya berakhir imbang (wikipedia).

Laga El Clasico ke 225 pada pekan ke 10 La Liga akhir pekan ini akan terasa berbeda dari musim lalu. Kedua tim sama-sama memiliki pelatih baru dan sama-sama mengeluarkan dana yang tidak sedikit dalam pembelian pemain. Carlo Ancellotti yang terkenal dengan strategi diamond di lini tengah akan berhadapan dengan Tata Martino yang masih menggunakan pakem lama ala Barcelona sejak era Pep Guardiola, 4-3-3. Jika melihat beberapa El clasico terakhir, Real Madrid akan menghindari duel lini tengah dan akan menyerang melalui sayap. Sedangkan Barcelona seperti biasanya, Xavi akan menjadi jenderal lini tengah untuk mengontrol permainan Barcelona.

Pembuktian Gareth Bale dan Neymar.

Gareth Bale yang sempat mengalami cedera otot paha tentu akan sangat dinantikan penampilannya. Hingga pekan ke 9, ia baru mencetak 1 gol. Kontribusi pemain termahal abad ini memang belum begitu terlihat secara signifikan, karena Angel Di Maria terbukti mampu menjadi pelapisnya ketika ia harus absen. Banyak yang masih menantikan aksi duet flank Ronaldo-Bale di Madrid. Berbeda ketika Bale masih di Hotspurs, tim asuhan Villas Boas terlihat timpang ketika Bale harus absen, sedangkan Madrid seperti tidak menemui kesulitan berarti tanpa kehadiran Bale. Mungkin Florentino Perez mulai menyadari mahalnya harga Bale dan mungkin juga Don Carlo mulai menyadari kebodohannya menjual Mesut Ozil.

Sosok yang pasti akan disorot dari kubu tuan rumah adalah Neymar. Pemain Brasil ini sempat menjadi ajang El clasico di bursa transfer,  Barcelona akhirnya berhasil meyakinkan Neymar untuk berlabuh di Camp Nou. Dari 8 laga yang sudah dijalani, Neymar telah membukukan 2 gol. Minimnya gol yang dicetak Neymar tidak lepas dari Messi centris yang sudah menjadi ciri khas Barcelona beberapa tahun terakhir. Neymar di Barcelona lebih sering menjadi pembongkar dan pencari peluang bahkan pemberi assist daripada saat ia masih bermain di Santos. Bermain di posisi yang sebelumnya diisi oleh David Villa, Neymar terlihat masih memerlukan adaptasi di posisi tersbut. Bandingkan dengan Messi yang telah membukukan 8 gol dari 7 penampilannya di La Liga musim ini.

Perbandingan gol antara kedua tim.

Gol Barca

Grafik Gol barca (merah memasukkan – hitam kebobolan) graphic by Squawka.com

Dari grafik diatas, Barca berhasil mencetak 6 gol cepat. Sedangkan 7 gol tercipta di 15 menit terakhir babak pertama.   Secara umum, Barcelona sangat produktif dengan 28 gol dalam 8 pertandingan La Liga musim ini. Dari 28 gol barca, 19 diantaranya dicetak oleh striker mereka (Messi 8, Neymar 2, Shancez 4, Pedro 5). Hal ini membuktikan bahwa striker-striker Barcelona terbukti subur dalam mencetak gol ke gawang lawan. Jika melihat jumlah kebobolan yang hanya 6 gol, lini pertahanan anak asuh Tata Martino bisa dikatakan cukup bagus. Kembalinya Puyol terbukti ampuh menahan gempuran serangan lawan. Absennya Jordi Alba sukses dilapis oleh Adriano yang juga berhasil mencetak 2 gol sejauh ini.

Area gol Barcelona. Graohic by Squawka.com

Area gol Barcelona. Graohic by Squawka.com

Grafik diatas adalah area gawang yang menjadi area gol Barcelona. Sesuai dengan filosofi yang mereka anut, Tiqui-taka. Barcelona lebih sering mencetak gol di area bawah. Dari 28 gol yang dicetak oleh Barcelona, hanya 1 gol yang berbuah dari sebuah set piece.

Grafik Gol Real Madrid (merah memasukkan - hitam kebobolan) graphic by Squawka.com

Grafik Gol Real Madrid (merah memasukkan – hitam kebobolan) graphic by Squawka.com

Sangat berbeda dengan Barcelona. Real Madrid dengan torehan 19 gol 6 diantaranya dicetak pada 15 menit akhir babak kedua. Hal yang sama juga terjadi di babak pertama, 4 gol tercipta di medio 15 menit terakhir babak pertama. Jika Barcelona dikenal dengan Messi centris, maka Real Madrid dikenal dengan Ronaldo centris. 8 dari 19 gol Real Madrid dicetak oleh Ronaldo. dengan 9 gol kebobolan, memang tidak bisa dikatakan bahwa lini pertahanan Madrid mudah dibobol, namun jika Sergio Ramos gagal memimpin lini pertahanan Real Madrid, bukan tidak mungkin tragedi 5 gol di Camp Nou beberapa tahun yang lalu akan terulang.

Area gol Real Madrid. Graphic by Squawka.com

Area gol Real Madrid. Graphic by Squawka.com

Berdasarkan grafik diatas, area kiri bawah menjadi sasaran yang paling sering untuk mencetak gol. Dari 19 total gol, 8 diantaranya adalah hasil dari set piece. Ini yang patut diwaspadai oleh Barcelona. Ronaldo adalah eksekutor tendangan bebas yang berkualitas dan Victor Valdes harus fokus jika tidak ingin dibobol gawangnya oleh Ronaldo. Sebagai catatan, dari 6 kunjungan terakhir El Real ke kandang Barca, Ronaldo selalu mencetak gol dengan total 8 gol ia buat. Statistik juga  membuktikan bahwa Real Madrid tidak kalah  jika Ronaldo mencetak gol di pertandingan La Liga (84 menang, 6 seri).

Prediksi jalannya pertandingan.

Sebenarnya bumbu Ronaldo vs Messi akan lebih terasa dibandingkan Bale vs Neymar. Yang akan menjadi pembeda adalah yang menjadi pelayan bagi Ronaldo. Sebagai catatan, mayoritas gol Ronaldo selama berseragam Real Madrid adalah buah dari assist Ozil yang kini sudah dijual ke Arsenal. Beberapa pemain El Real mengakui bahwa mereka kehilangan sosok Ozil di lini tengah. Isco yang digadang-gadang menjadi pengganti Ozil belum begitu terlihat maksimal. Dengan kembalinya Messi tentu akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Barca dan menjadi ancaman bagi Madrid. Messi bukan hanya piawai dalam menggiring bola, amun ia juga memiliki kualitas sepakan yang patut diwaspadai jika menjadi eksekutor tendangan bebas. Tata Martino mungkin hanya sedikit pusing untuk memilih antara Pedro atau Sanchez untuk melengkapi trisula maut bersama Neymar dan Messi. Prediksi saya, pertandingan akan berjalan ketat, namun pesta gol sangat mungkin terjadi jika acuannya berdasarkan grafik jumlah gol yang dicetak oleh kedua tim. Barcelona akan mencari gol cepat di 15 menit awal pertandingan dan tidak boleh lengah di 15 menit akhir setiap babak. Adriano dan Alves akan bekerja ekstra keras untuk meredam Ronaldo dan Bale yang bisa saja bertukar posisi di tengah-tengah pertandingan. Jika Bale tidak maksimal, Don Carlo masih punya Di Maria untuk menusuk dari sisi kanan. Lini tengah akan menjadi milik Barcelona, sehingga Real Madrid akan menghindari duel lini tengah, terlebih dengan masih absennya Xabi Alonso. Jika Barcelona berhasil mengontrol permainan di lini tengah, tuan rumah bisa unggul dengan margin lebih dari 2 gol. Kecuali Real Madrid mampu melakukan seperti yang dilakukan oleh Bayern Munchen di semifinal Liga Champions musim lalu, syaratnya Real Madrid harus memiliki 2 pivot yang berkualitas untuk bertarung di lini tengah. Namun jangan lupa, 2 pertandingan terakhir yang dijalani oleh Barcelona berakhir imbang. So, don’t forget to make a reminder for El Clasico on your phone cellular.