Archive for February, 2013

Tulisan Alay Versi Arab

Written by Sofwan Hadikusuma. Posted in artikel

Di Indonesia, tulisan alay biasanya menjelaskan bentuk tulisan seseorang yang ‘luar biasa cetar membahana’ dan ga kayak biasanya. Maksud kayak biasanya di sini ya seperti tulisan yang sedang anda baca ini, alias seperti yang udah diajarkan guru-guru kita di sekolah sejak SD sampe tamat. Serasi dari awal penulisan sampai akhir, pake huruf semua dan ga disusupi sama angka.

Dengan berkembangnya jaman, -berkembang di sini ga tau ukurannya apa, kalo menurut saya sih mungkin dengan bertambahnya usia bumi dan munculnya teknologi yang mempermudah cara dan gaya hidup manusia- berkembang pula cara pikir anak-anak muda kita (ngerasa udah tua coy? hehe) dalam ungkapan yang ingin disampaikan melalui tulisan. Mereka menjadi sedikit lebih kreatif plus lebih ingin dipahami. Maksud lebih kreatif di sini karna mereka berani untuk menjebol batas aturan baku menulis yang selama ini menjadi pegangan manusia normal pada umumnya, yang mana mereka tak berani memasukkan unsur angka pada tulisan mereka. Dengan jiwa muda yang berkobar dalam diri anak-anak muda ini, mereka berani melepaskan diri dari hal-hal yang mengekang, untuk lalu menambahkan unsur angka pada gaya tulisan mereka. Yah, mudah-mudahan itu bisa dikatakan kreatif lah in syaAllah menurut mereka.

Begitulah, dan saya yakin kita semua sudah tau bagaimana hasil kreatifitas anak-anak muda kita itu. Tapi biar lebih ‘maknyus’ (minjem kata-katanya pak Bondan), saya coba untuk memperlihatkan bagaimana tulisan itu kepada anda. Namun mohon berhati-hati, karna saya akan memperingatkan terlebih dahulu bahwa tulisan alay ini banyak mempunyai efek samping, dan diharap bagi yang tidak sanggup untuk melanjutkan melihat tulisan ini agar melambaikan tangannya ke arah kamera yang ada di sana, di sana dan di sana. *sambil nunjuk arah kamera*.

Ini dia contohnya:

aku*

k4l4u 54MP41 w4KtuKu
‘Ku m4u TaK 53Or4n6 kan m3R4yu
t1d4k ju64 k4U

T4k perlu SeDu 53d4n 1tU

4kU iN1 b1n4taN6 jAlAn6
dari kuMPuL4nny4 T3rbU4N6

b14r PELurU m3n3mbu5 kul1tku
4ku t3t4p m3rad4N6 m3n3RJ4n6

lUk4 Dan Bi54 kub4W4 b3RLar1
bErl4r1
hIn664 h1l4Ng p3D1h P3rI

d4n 4ku 4k4n l3b1h TId4k P3rdul1

4ku m4u hidup 53r1Bu t4hun la6I

*Diadaptasi dari puisi karya Khairil Anwar (Buat para pengagum puisi-puisinya jangan marah ye, cuma buat contoh aja kok #peace :D)

Nah, kalo secara sederhana ukuran tulisan alay adalah tulisan yang nyampur-nyampur antara huruf dan angka, maka bukan cuma orang Indonesia aja lho yang kreatif begitu, orang Mesir atau mungkin orang Arab pada umumnya ternyata juga kreatif seperti anak-anak muda kita.

Hah, enelan kamu? ciyus? miapah? (Jangan meniru adegan tulisan di samping O-O)

Sebagaimana yang sedikit saya perhatikan ketika sesama orang arab lagi ngomenin sesuatu atau lagi ‘chatingan’, mereka tidak selalu menulis dengan huruf hijaiyah seperti biasanya, tapi kadang juga menggunakan huruf latin yang dikombinasikan dengan huruf hijaiyah dan angka. Contohnya seperti ini:

wana bein edaik me7taga eih?
feh 7aga akbar men keda
w ana 3omri kont a7lam fe youm a3ish 7ayah bel shakl da*

*Dari lirik lagunya mbak Nancy Ajram yang judulnya “wana bein eidak”.

Sedikit penjelasannya, jadi angka 7 itu sebagai ganti dari huruf ha “ح”, dan angka 3 sebagai ganti huruf ‘ain “ع”.

Bener kan, ternyata virus tulisan alay ga hanya ada di Indonesia, tapi juga udah nyebar ke Arab, hehe. Tapi meskipun begitu, ada sedikit perbedaan antara keduanya. Kalo tulisan alay versi arab, sejatinya ditujukan untuk mempermudah mereka ketika harus menulis cepat dibanding jika menulis dengan huruf hijaiyah. Beda lagi kalo tulisan alay versi pribumi yang malah ga punya tujuan. Udah ga punya tujuan, bahkan malah mempersulit orang untuk membaca apalagi memahaminya. Untung aja tulisan itu hanya dipakai ketika nulis status di media sosial atau pas lagi ngirim sms ke sesama, coba mereka pake itu juga buat nulis skripsi, bisa-bisa meteorid yang kemaren jatuh ke Rusia nyuruh temennya untuk jatuh di Indonesia, hehe.. Jangan lah, mudah-mudah hal itu ga terjadi. 🙂

Indonesia : Tanah Air #BETA

Written by Fahmi Agustian. Posted in artikel

Tulisan ini sebenarnya sudah lama ada dalam fikiran saya. Beberapa bulan lalu saya menuliskan sebuah postingan singkat di akun facebook saya “Indonesia tanah air beta”. Sebuah kutipan lirik lagu nusantara yang sering dinyanyikan oleh banyak orang.

“Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala ‘slalu dipuja-puja bangsa. Disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda. Tempat berlindung dihari tua. Sampai akhir menutup mata.”

Saya sempat berfikir, kenapa menggunakan kata “beta”. Setahu saya, beta adalah kosakata Indonesia timur yang artinya saya atau aku. Sehingga kemudianmendapat sebuah kesimpulan, penggunaan kata beta adalah untuk menjadikan lirik lagu tersebut menjadi indah. Namun, jika kemudian kata beta ini digunakan dalam dunia IT, akan lain artinya. Karena saya adalah orang jawa, maka saya menggunakan teknik uthak-athik-gathuk. Saya juga pernah belajar IT, jadi saya menggunakan istilah #BETA yang biasa digunakan dalam dunia IT, kemudian saya uthak-athik kalimat Indonesia Tanah Air, kemudian saya gathuk-kan dengan #BETA. Jadilah Indonesia : Tanah Air #BETA

Istilah #BETA sering digunakan dalam sebuah proyek IT berupa software atau website. Versi #BETA adalah sebuah versi atau tahapan dimana proyek itu masih membutuhkan penyempurnaan di beberapa bagian. Mungkin masih ada bug-nya, atau masih ada celah keamanannya, dan banyak lagi kelemahan-kelemahan yang sangat mungkin ditemukan pada versi #BETA.

Indonesia saat ini, dalam pandangan saya adalah Indonesia versi #BETA. Kenapa bukan versi Alpha?. Alpha adalah versi mentah, dimana sebuah proyek masih dalam bentuk rancangan yang belum diuji oleh publik, sedangkan #BETA adalah sebuah proyek yang sudah melewati uji publik. Indonesia saat ini adalah versi #BETA. Tatanan kode dan algoritmanya sudah jelas, sudah bekerja, hanya saja karena versi #BETA ini masih belum ada yang mampu menyempurnakan, sehingga Indonesia belum menjadi versi Release Candidate atau Final Version. Algoritma yang ada di Indonesia saat ini seakan bekerja hanya untuk kepentingan penguasa dan elit pemerintahan saja, Algoritma Politik, ia bekerja untuk kepentingan Politik penguasa saja. Algoritma Hukum, ia hanya berfihak pada kepentingan penguasa saja. Hampir tidak ada satupun Algoritma di negara ini yang benar-benar 100% berfihak kepada kepentingan Rakyat. Padahal menurut undang-undang, rakyat adalah pemegang penuh kedaulatan bangsa. Istilah kasarnya, rakyat adalah majikan dan pemerintah adalah kacungnya.

Kalau kita mau menengok kebelakang sejarah Nusantara, fondasi tata negara Indonesia sudah ada sejak jaman kerajaan. Salah satu contohnya adalah pada zaman Majapahit. Konon, Majapahit adalah sebuah kerajaan yang menganut sistem Negara Persemakmuran. Negara Persemakmuran adalah Negara yang menguasai banyak wilayah, namun tidak menguasai kekayaan wilayah-wilayah yang dikuasai. Kekayaan alam wilayah-wilayah tersebut dibebaskan untuk dimanfaatkan oleh wilayah itu sendiri, tidak heran jika Mahapatih Gajahmada pernah bersumpah untuk menyatukan Nusantara, bukan untuk menguasai secara materi finansial, namun lebih kepada faktor Persatuan demi Persemakmuran itu sendiri. Begitu zaman keemasan kerajaan Majapahit lewat, Islam masuk ke Nusantara, ada yang mengatakan bahwa Wali Songo adalah tokoh-tokoh yang bejasa dalam penyebaran Islam di Nusantara saat itu. Sedikit potongan sejarah Nusantara itu saja sudah sangat mewakili betapa fondasi Indonesia sangat kuat. Keberagaman Indonesia sudah tidak terbantahkan lagi, bangsa mana yang memiliki keanekaragaman Suku, Bahasa, Budaya dan kekayaan alam seperti Indonesia?. Tidak berlebihan jika banyak orang yang kemudian mengatakan bahwa Indonesia adalah bongkahan kekayaan tanah surga.

Indonesia versi #BETA sudah mengalami decoding yang berulang-ulang. Sebut saja Sumpah Pemuda, Proklamasi 1945, Gerakan 30 September 1965, Reformasi (katanya) 21 Mei 1998. Decoding-decoding yang sudah pernah dilewati oleh Indonesia itu sampai detik ini belum menghasilkan Indonesia versi Release Candidate. Decoding macam apalagi yang dibutuhkan oleh Indonesia?. Ibarat sebuah kumpulan kode algoritma, Indonesia memiliki banyak sekali algoritma-algoritma yang unik, sayangnya algoritma-algoritma itu memiliki potensi bertabrakan satu sama lain. Semangat pemberantasan Korupsi yang saat ini digawangi KPK masih saja menuai banyak kritikan, mulai dari tebang pilih sampai bahkan ada indikasi bahwa KPK menjadi alat politik yang digunakan untuk membenturkan antara satu partai dengan partai yang lain. KPK yang lahir ditengah tidak intregitasnya penegak hukum, justru memiliki posisi yang sangat rentan saat ini. Algoritma yang digunakan oleh media massa adalah algoritma yang memiliki output : bahwa informasi yang diberitakan adalah informasi yang menjual dan menguntungkan. Kode unik yang digunakan oleh Dewan Legislatif adalah kode unik yang bertujuan untuk memperkaya diri dan mengumpulkan dana bagi partainya. Rakyat pun akhirnya memiliki kode unik sendiri, yaitu : algoritma yang menghasilkan ketangguhan luar biasa untuk mampu bertahan dalam kondisi apapun, ada atau tidaknya Negara bukan sebuah alasan untuk tidak mencari nafkah demi keberlangsungan hidup. Rakyat Indonesia, adalah rakyat yang tidak bergantung sama sekali kepada Negara.

Semoga, Indonesia : Tanah Air #FINALVERSION segera dirilis, Tanah Air yang dicintai oleh Allah swt. Tanah Air yang benar-benar memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya.

JAWABAN DENGAN ANALOGI I

Written by Fikri Hakim. Posted in Berita

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM…..

Ternyata, selain nanyain LINUX, BISNIS sama ngobrol ngobrol ngaco, ada jg tmen2 yg nanya TAFSIR ke gw….

Kata dia….

“Apa sih tafsiran dari ayat ALIF LAAM MIIM di Al Qur’an?? hurufnya kan nggak nyambung nyambung gitu.. maknanya jadi nggak ketebak deh apa.. kenapa ALLAH bikin ayat yang susah ditafsirkan sih???”

Bingung juga mau jawab apa…soalnya ini tafsir memang udah banyak banget yang ngejelasin, cuma terlalu kaku, sehingga banyak yang jawabannya tepat, tapi kurang memuaskan..

Akhirnya gw balik nanya

“pin BB lo brapa?”

doi jawab “sekian sekian sekian (sambil nyebutin campuran antara huruf dan angka)”

“kenapa pin BB lo kacau kayak gitu?? knpa ga yg gmpg dbaca aja??”

“ga tw, dari sononya gitu..tpi itu kan biar BB gw lebih save , lagian kalo mau ada orang yang ngebajak atau apa, pin BB itu kan khusus gw yg punya, so privasi lebih dapet, secure nya juga lebih terjamin”.

Gw jawab

“Nah, yg bikin BB aja menyediakan pin yg ga gmpg dibaca demi kenyamanan costumer, apalagi ALLAH yg bikin Universe”.. ^_^

* POINT

– Menjawab pertanyaan itu butuh seni. Kalo Nabi Muhammad Shallallah Alaih Wasallam dulu main “jebret-jebret” aja bisa-bisa masih kafir seluruh dunia ini.

 

Menjawab Tantangan

Written by Fikri Hakim. Posted in artikel

Tanda tanya merah

Menurut voting salah satu situs internet terkemuka di indonesia, setidaknya ada 3 macam status yang paling sering anda baca saat pertama kali anda buka akun facebook.

Pertama
Status yang isinya keluhan negatif, ex : “gue benci dia, gag mw lgi ktmu dia” (kalau benci,benci aja. nggak usah ngjak-ngjak orang deh) atau “ya ampun, sepatu gue bash, nggak jdi kuliah
deh”  (halah….bilang aja males) dll…