Blitza Remigion, kalian luar biasa

Written by admin. Posted in Berita

Salah satu rekomendasi dari pertemuan pada tanggal 9 Januari 2016 di Jakarta adalah agar setiap regional segera merapatkan barisan dengan kembali mengajak kawan-kawan yang sudah lama tidak bertemu untuk berkumpul bersama, bersenda gurau, tertawa bersama, nostalgia masa-masa di pondok dulu, tajammu’ hingga main futsal. Alhamdulillah, beberapa regional Blitza Remigion sudah melaksanakan pertemuan awal di daerah masing-masing.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Panitia Temu Kangen Blitza Remigion sudah merilis tanggal resmi Temu Kangen pada tanggal 27 Agustus 2016 yang akan datang. Untuk membantu kinerja panitia ini, maka salah satu tujuan agar berkumpulnya setiap regional ini adalah untuk merekatkan kembali tali silaturrahmi satu sama lain.

Beberapa perwakilan dari panitia inti sudah menjajaki untuk mengunjungi kawan-kawan di beberapa daerah, seperti yang dilakukan Ayyadana, Arif Rosyidi dan Iqbal contohnya. Alhamdulillah, beberapa regional sudah mengumpulkan beberapa orang di rumah salah satu diantara mereka di setiap regional. Mungkin pada pertemuan awal tersebut tidak banyak membahas perihal yang krusial terkait Temu Kangen Blitza Remigion, tetapi setidaknya kita melihat bahwa animo kawan-kawan untuk kembali berkumpul itu ternyata luar biasa.

12646931_10205742302865981_1903401630498149022_o

Blitza Regional Bandung

Beberapa regional yang sudah berkumpul diantaranya; Jawa Tengah (Pati, Demak dan sekitarnya), Jawa Timur (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan sekitarnya), BogorYogyakarta dan Bandung. Tentu saja kita sangat berharap regional yang lain segera berkumpul bersama seperti yang sudah dilakukan oleh regional yang lain.

Sudah pasti, kawan-kawan yang sudah lama tidak berjumpa satu sama lain, akan melihat perubahan fisik mereka satu sama lain. Ada yang sudah menikah, ada yang baru menikah, ada yang akan segera menikah dan ada yang calon istrinya belum ketemu. Ada yang sudah nyaman dengan pekerjaannya, ada yang sudah sukses dengan bisnisnya, ada yang masih merintis usahanya, ada yang istiqomah berjuang di dunia dakwah, tentu sangat beragam kita melihat dinamika perjalanan kawan-kawan kita. Satu yang harus tetap kita pegang adalah, kita ini satu keluarga, Keluarga Blitza Remigion.

Dalam khasanah Jawa terdapat istilah nglumpukke balung pisah, yang kurang lebih artinya adalah mengumpulkan tulang yang terpisah. Sepuluh tahun sudah kita terpisah setelah resmi kita dinyatakan lulus dari Gontor, bahkan bagi beberapa teman yang terpaksa tidak bisa bersama-sama hingga momen tersebut, hitungan sepuluh tahun itu bisa bertambah lagi. Sudah pasti, kerinduan satu sama lain, rasa kangen satu sama lain terpendam dalam hati kawan-kawan dimanapun saat ini berada. Kenangan saat di pondok, tanpa harus ditulis disini, satu persatu mulai kembali muncul. Dan salah satu obatnya tentu saja adalah bertemu kembali kawan-kawan satu perjuangan selama di Gontor.

Momentum 90 tahun Gontor dirasa menjadi sebuah momentum yang pas untuk kembali kita berkumpul, bersama-sama mengunjungi Gontor, mengunjungi Ibu kita, mengunjungi Rumah kita. Pernahkah kita bertanya dalam hati kita; berapa kali kita ke Pondok setelah kita lulus?. Sebuah pertanyaan yang sangat sederhana, yang seringkali juga menjadi salah satu bahan perbincangan ketika kita bertemu dengan kawan-kawan kita yang pernah bersama-sama di Gontor.

Endangono pondokmu!, Datangilah Pondokmu!, begitulah kira-kira pesan Kiai kita yang harus segera kita laksanakan. 27 Agustus 2016, insya Allah akan menjadi salah satu hari bersejarah bagi Blitza Remigion. Sebelum kita menuju pada agenda itu, maka berkumpulnya setiap regional adalah satu hal yang perlu dilakukan. Dengan berkumpul bersama, tajammu’, ngopi dan ngrokok bareng, bertanding game bola, atau bahkan bermain futsal adalah cara masing-masing untuk mengajak kembali berkumpul. Luangkanlah waktu satu hari untuk kembali berkumpul, bermuwajjahah, bersenda gurau, tertawa lepas, bernostalgia bersama kawan-kawan satu perjuanganmu di Gontor dulu.

Blitza Remigion, kalian luar biasa!

Ngumpul bareng di Matraman

Written by admin. Posted in Berita, Blitza News, Blitzer, Informasi

Jakarta, 9 Januari 2016.

Salam Blitza. Menjelang akhir tahun 2015, terbesit obrolan ringan di grup whatsapp tentang rencana ngumpul bareng Blitza Remigion dalam skala Nasional. Perayaan 90 tahun Gontor tahun 2016 ini menjadi momentum yang cukup tepat untuk dilaksanakannya ngumpul bareng Blitza Remigion di Gontor. Menindak lanjuti obrolan ringan di dunia maya tersebut, kemudian direncanakanlah sebuah pertemuan yang melibatkan perwakilan Blitza Remigion dari beberapa daerah. Komunikasi dengan beberapa kawan-kawan ditempuh, alhamdulillah sekitar 40 orang hadir di Jakarta pada Sabtu, 9 Januari 2016 yang lalu.

Setelah semua berkumpul, kami selaku inisiator pertemuan ini kemudian mempresentasikan rencana pertemuan Blitza Remigion dalam skala Nasional di Gontor tahun 2016 ini. Pada pertemuan ini pula, forum menyepakati secara aklamasi menunjuk M. Iqbal Faishol (Jepara) dan Arif Sholeh (Banten) untuk menjadi Ketua dan Wakil Ketua paniti agenda Blitza Remigion ini. Selanjutnya, mereka berdua akan segera menyusun Tim Formatur yang lengkap, sesuai dengan kebutuhan untuk mensukseskan agenda besar kita ini.

Alhamdulillah, pertemuan berlangsung sangat hangat, semua yang hadir merasakan kerinduan yang sama satu sama lain untuk bertemu kembali setelah sekian lama tidak berjumpa. Semangat inilah yang semakin meyakinkan kami untuk menyelenggarakan ngumpul bareng Blitza Remigion di tahun 2016 ini.

picisto-20160110231735-938063

Endangono Pondokmu! (Jenguklah Pondokmu!), inilah salah satu pesan Kiai Hasan dalam sebuah pertemuan alumni di Gontor beberapa waktu silam. Pesan yang sangat singkat, namun begitu besar maknanya bagi kita yang sudah meninggalkan Pondok. Seperti apapun kita hari ini, ada Gontor yang sudah membentuk karakter kita hingga kita menjadi apa yang kita rasakan hari ini. Sudah saatnya kita menjenguk Ibu kita.

Mungkin ada yang hampir setiap bulan memiliki kesempatan untuk bersilaturahmi ke Gontor, ada yang satu tahun sekali, ada yang dua tahun sekali. Entah sudah berapa kali antum kembali ke Gontor untuk mengobati rasa kangen kepada Ibu, tapi kami yakin bahwa antum memiliki kerinduan yang sangat besar kepada Gontor. Setiap kita memiliki kesan tersendiri terhadap Gontor. Dan semua, memiliki kerinduan yang sama. Kerinduan sholat berjama’ah di Masjid Jami’, kerinduan mendengar Syi’ir Abu Nawas, kerinduan akan bunyi Jaros depan BPPM, kerinduan berkumpul di BPPM, kerinduan Jariyu Shobah, kerinduan akan kegembiraan di hari kamis dan segala macam kerinduan-kerinduan yang lain.

Pesan Kiai Hasan diatas kami coba inisiasi melalui beberapa person, seperti halnya dalam cerita di buku Muthola’ah, untuk agenda besar Blitza Remigion memerlukan sosok “Man yualliqu-l-jaros”. Dan pertemuan di Jakarta pada Sabtu (9/1) lalu merupakan satu momentum langkah awal untuk “Yualliqu-l-jaros”. Tentu dengan terpilihanya  Iqbal dan Arif tidak mungkin kita melepaskan begitu saja kedua kawan kita ini untuk berjuang mensukseskan agenda besar kita tahun ini. Tentu, mereka berdua membutuhkan support dari kita semua.

Alhamdulillah, pertemuan yang diinisiasi dalam waktu singkat ini bahkan bisa dikatakan kita mendapat banyak sekali “bonus”. Beberapa kawan yang hadir dapat bersilaturahmi dengan Kiai Syukri yang kebetulan sedang berada di Jakarta. Di hari Ahad pagi, beberapa dari kami yang masih di Jakarta juga bisa berkesempatan bersilaturahmi dengan Kiai Hasan. Dan di sore harinya, kami juga bisa bersilaturahmi dengan beberapa Musyrif kita, Spinker.

Sangat banyak hal yang kami dapatkan di 2 hari kemarin, bahkan sangat melampaui ekspektasi yang kami harapkan. Insya Allah, setelah terbentuknya Tim Formatur agenda besar Blitza Remigion tahun ini, akan segera pula disusun rentetan agenda untuk menuju pertemuan Blitza Remigion di tahun 2016 ini.

Informasi pendaftaran Santri dan Santriwati 1435 H Pondok Modern Darussalam Gontor

Written by Fahmi Agustian. Posted in Berita, Gontor News

89356773

Pondok Modern Darussalam Gontor secara resmi mengumumkan proses pendaftaran santri dan santriwati baru untuk tahun 1435 H. Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan pondok pesantren yang didirikan oleh Trimurti KH. Ahmad Sahal, KH. Zainudin Fannani dan KH. Imam Zarkasyi.

Untuk menjadi santri atau santriwati di PMDG harus memenuhi persyaratan yang sudah diatur oleh PMDG, diantaranya adalah memiliki Ijazah SD ata sederajat bagi yang ingin mengikuti program pendidikan Kulliyatu-l-Mu’allimin Al Islamiyah selama 6 tahun. Atau memiliki ijazah SMP atau sederajat bagi yang ingin mengikuti program pendidikan intensif selama 4 tahun. Syarat selanjutnya adalah, calon santri memiliki dasar pengetahuan agama yang cukup, yaitu Dapat mengerjakan ibadah sehari-hari dengan baik, dapat membaca al-Qur’an dengan baik dan dapat membaca dan menulis Arab dengan lancar. Selain harus lulus tes masuk yang sudah dijadwalkan, calon santri atau santriwati harus siap untuk tinggal di dalam lingkungan asrama yang telah disediakan.

Waktu pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 23 – 27 Ramadhan 1435 H, ini berlaku untuk calon santri dan santriwati. Sedangkan pada bulan Syawwal dimulai pada tanggal 3-10 Syawwal 1435 H untuk calon santri. Untuk calon santriwati dibuka mulai tanggal 3-14 Syawwal 1435 H. Untuk pendaftaran calon santri bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor pusat di Mlarak, Ponorogo. Sedangkan untuk calon santriwati pendaftaran bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor 2 Putri di Sambirejo, Mantingan, Ngawi.

Untuk informasi lebih lengkap tentang proses pendaftaran dan biaya administrasi calon santri dan santriwati baru Pondok Modern Darussalam Gontor, anda bisa membuka link ini.

 

 

Blitza yang selalu punya tradisi membikin kejutan

Written by Fahmi Agustian. Posted in Blitza News

Ditengah hiruk-pikuk soal Pemilihan Presiden, Blitza pun seakan terbawa arus dalam perdebatan siapa yang pantas menjadi Presiden, Prabowo atau Jokowi. Blitza Remigion harus tetap menjadi Blitza Remigion. Jika memang teman-teman Blitza sudah memutuskan siapa calon yang akan dipilihnya pada 9 juli nanti, itu menjadi hak prerogatif masing-masing, namun yang paling utama adalah bahwa ukhuwah Blitza harus tetap terjaga.

Berawal dari sebuah ide nakal, saya meminta Adi Osing untuk membikin sebuah desain yang menunjukkan identitas Blitza Remigion. Tidak lain dan tidak bukan dengan tujuan untuk kembali mempererat ukhuwah Blitza Remigion yang diakui secara sadar ataupun tidak terjadi perpecahan akibat perdebatan tentang siapa yang pantas menjadi Presiden Indonesia.

10441922_684151135000366_8264286180817011613_n

Jika kita kembali ke tahun 2004 silam, di akhir tahun 2004 kita memiliki hajatan besar Panggung Gembira yang mengusung tagline “Dengan keharmonisan dan kebersamaan menuju Indonesia bersatu”. Seakan kita dulu masih menjadi anak muda seumuran SMA yang memiliki sebuah mimpi yang terlalu tinggi, namun sadarkah bahwa kita saat ini sedang menapaki jalan menuju mimpi itu. Setiap kita sudah memutuskan untuk terjun di bidangnya masing-masing sesuai dengan apa yang sudah dipilih. Ada yang aktif di bidang perdagangan, ada yang aktif di bidang pendidikan, ada yang aktif di bidang pergerakan, ada yang aktif di bidang politik dan sebagainya.

Bukankah Blitza dulu memiliki tradisi selalu membuat kejutan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Tradisi ini adalah tradisi yang patut dipertahankan. Mari kita awali dengan memasang avatar khusus Blitza Remigion di akun sosial media, BBM, Whatasapp, Instagram, Path dll.

Saya sendiri pernah ngobrol dengan Hasanudin Tosimpak, salah satu alumni senior pernah berkata kurang lebih demikian “Apapun bendera yang kamu bawa, ketika sampai di pusat pemerintahan akan luntur dengan nama Gontor”. Kita berasal dari satu rahim yang sama, Gontor. Mungkin nama itu terasa berat bagi kita saat ini, namun cepat atau lambat tongkat estafet pembangunan bangsa dan negara ini akan sampai pada generasi kita. Mungkin bukan kita pelaku utamanya, namun bisa saja sebagian dari kita akan masuk dalam lingkaran kekuasaan di Indonesia. Seandainya pun ternyata Blitza tidak bisa terlibat secara langsung, paling tidak Blitza mampu membuktikan untuk berkarya bagi lingkungan disekitarnya.

Kami dari admin website dan grup Blitza Remigion 2005 mengajak semua teman-teman Blitza Remigion untuk ikut berpartisipasi menggunakan avatar edisi khusus Blitza Remigion ini. Berawal dari avatar sederhana, kita bisa merancang ide dan langkah selanjutnya bagi Blitza Remigion secara khusus, bahkan kita bisa merintis kembali mewujudkan “Indonesia Bersatu”.

Bagi kalian pengguna smartphone (Android, iOS, Windows Phone), silahkan download terlebih dahulu aplikasi editor gambar “PicsArt” di appstore, itunes atau windows market. Kemudian download gambar dasar avatar Blitza di sini. Lalu gabungkan dengan foto pribadi kalian. Let’s show our identity!.

blitza unik