Silaturrahim Perdana Keluarga Besar Blitza Remigion

Written by admin. Posted in Berita, Blitza News

Alhamdulillah, setelah proses persiapan yang memakan waktu kurang lebih 8 bulan semenjak pertemuan 9 Januari 2016 di Matraman, akhirnya pada 26-28 Agustus 2016 kita bisa melaksanakan Silaturrahim Perdana Keluarga Besar Blitza Remigion di Hotel Gadjah Mada, Ponorogo. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari survey beberapa lokasi yang direkomendasikan oleh Panitia Lokal di Ponorogo, pemilihan menu untuk konsumsi, desain kaos, backdrop dan banner hingga mempersiapkan hal-hal yang mendukung terlaksananya agenda besar ini dilakukan secara marathon. Tentu saja bukan hanya menguras tenaga dan fikiran para inisiator yang tergabung juga dalam kepanitiaan ini. Falsafah Pondok; Bondo, Bahu, Pikir lek perlu sak-Nyawane pisan bukan hanya sebuah kalimat yang diingat, melainkan benar-benar menjadi perilaku teman-teman yang ditunjuk untuk menjadi panitia agenda besar ini.

Panitia yang dipimpin oleh M. Iqbal Faisal (Jepara), Arif Sholeh (Banten) dan Firdaus Ilham (Ponorogo), kemudian dibantu Syarif Hidayat (Kebumen) dan Muhammad Irfan (Klaten) sebagai Sekretaris, juga Dudi Kurniawan (Ciamis) dan Nasrul Fahmi Zaki Fuadi (Pati) sebagai Bendahara. Kemudian didukung oleh Panitia Lokal dari Ponorogo; M. Fidyani, Achmad Fauzy, M. Ahda Murtaqi juga Abdullah (Gresik) dan Luthfi Muhyidin (Bogor) yang saat ini berdomisili di Ponorogo, mampu bersinergi dengan panitia pusat dalam mensukseskan agenda perdana Blitza Remigion yang berskala nasional ini. Jajaran steering Commitee Blitza Remigion pun tidak ketinggalan, dibawah komando Arif Rosyidi (Bojonegoro) yang menaungi Ayyadana Akbar (Yogyakarta), Saepudin (Bogor), Fuad Hidayat (Malang), Ahmad Amrullah (Plumbon) dan Fahmi Agustian (Pemalang), juga berjibaku untuk ikut serta mengawal perjalanan panitia Silaturrahim Keluarga Besar Blitza Remigion kali ini. Dan tidak ketinggalan, M. Ikhwan Bandreas (Bojonegoro) yang menjadi ujung tombak persidangan agenda besar Blitza Remigion kali ini juga sangat serius berkontribusi.

WhatsApp Image 2016-08-26 at 13.23.50

Setelah melewati beberapa proses, akhirnya panitia menyepakati untuk menggunakan Hotel Gadjah Mada di Ponorogo. Mungkin sebagian teman-teman bertanya, mengapa kita tidak menggunakan Wisma Darussalam (Wisda) yang lokasinya lebih dekat dengan Gontor. Jawabannya adalah bahwa saat ini Gontor sedang melaksanakan hajatan besar; 90 Tahun Gontor, sehingga Wisma Darussalam tidak bisa dipastikan untuk dapat digunakan oleh Blitza Remigion jauh-jauh hari. Sementara rumah-rumah warga di sekitar Gontor juga tidak memungkinkan kita gunakan dikarenakan beberapa alasan teknis.

Jum’at, 26 Agustus 2016, setelah sholat Jum’at, panitia secara resmi membuka proses registrasi ulang. Hari pertama, panitia tidak mengadakan acara yang resmi, sehingga membebaskan semua peserta untuk bernostalgia satu sama lain. Suasana Hotel Gadjah Mada begitu ramai, semua yang datang saling bercerita pengalamannya masing-masing, bercerita proses yang sedang dijalani di daerah masing-masing hingga mengenang masa-masa ketika menjadi santri. Keceriaan tampak di wajah semua yang hadir, setiap yang datang disambut hangat bukan hanya oleh panitia, tetapi juga oleh semua peserta. Jabat tangan dan pelukan yang erat menggambarkan betapa kerinduan satu sama lain benar-benar sudah tidak bisa ditahan lagi. Alhamdulillah, tercatat di daftar hadir yang menghadiri agenda Blitza kali ini melebihi 200 orang peserta.

Hari kedua, Sabtu, 27 Agustus 2016 secara resmi agenda Silaturrahim Keluarga Besar Blitza Remigion dibuka. Pagi itu, panitia mengundang Ust. H. Akrim Mariyat, Dipl, M. Ed sebagai narasumber untuk menstimulasi ulang nilai-nilai kepondokmodernan kepada seluruh peserta. Panitia juga mengundang beberapa Musyrif (Spinker); Ust. Rahmatullah Oky, Ust. Tajuddin dan Ust. Jumhurul Umami yang kemudian mengisi sesi sharing dan nostalgia bersama.

14124420_1803870596559741_394233702881118007_o

Ust. Akrim juga menekankan bahwa keberkahan itu merupakan sebuah hasil dari pergerakan. Apapun profesi kita, apapun kesibukan kita, apabila dilandasi dengan niat yang ikhlas mnegabdi kepada Allah, maka keberkahan merupakan imbalan yang paling mulia. Beliau juga mengingatkan bahwa alumni Gontor jangan sampai tidak mengajar, dan mengajar itu bukan hanya terbatas dalam ruangan kelas saja, menjadi teladan bagi orang lain juga merupakan salah satu wujud mengajar. Sejalan dengan itu, Ust. Akrim juga menekankan pentingnya bersyukur dan mengingatkan agar kita hati-hati dalam bertahaduts binni’mah, karena bisa jadi justru kita akan terperosok kedalam jurang kesombongan.

Mengunjungi Pondok, maka kita harus melihat Pondok secara keseluruhan, melihat perkembangan Pondok saat ini yang harus kita lakukan tidak lain adalah bersyukur. Jika kita melihat ada kekurangan di Pondok, maka kita memiliki hak untuk memberikan saran, tetapi kita harus tahu diri untuk mengukur seberapa besar porsi kita dalam memberikan saran agar tidak kebablasan menjurus kepada intervensi. Menutup ceramah beliau, Ust. Akrim menyatakan bahwa Silaturrahim ke Pondok, ke Kiai dan ke Guru-guru senior merupakan perbuatan yang sangat mulia.

Setelah makan siang, kemudian semua bergerak menuju Pondok Modern Gontor untuk Ngendangi Pondok, sesuai dengan tema besar acara ini; “Endangono Pondokmu”, sebuah pesan yang selalu disampaikan oleh KH. Hasan Abdullah Sahal kepada para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor. Dimana beliau menekankan agar kita sebagai alumni agar dapat selalu menyempatkan waktu untuk menjenguk Pondok. Ust. Akrim Mariyat sendiri dalam ceramahnya berpesan, bahwa ngendangi pondok itu bukan dalam rangka sekedar kita melihat perkembangan Gontor secara fisik, tetapi substansinya lebih dari itu. Bahwa dengan mengunjungi kembali Sang Ibu, kita dapat merefleksikan kembali nilai-nilai pondok modern dalam diri kita. Nilai-nilai yang tertulis dalam Panca Jiwa Pondok Modern yang mulai pudar, harus kita tekankan lagi sebagai bekal kehidupan kita di masyarakat. Tempat yang pertama kali dituju adalah makam Trimurti, kemudian kami berkesempatan untuk silaturrahim bersama Ust. H. Syarif Abadi di kediamannya. Meskipun hanya bertemu beberapa menit saja, beliau sangat antusias menyambut kedatangan Keluarga Besar Blitza Remigion.

WhatsApp Image 2016-08-27 at 15.55.51

Setelah mengunjungi Pondok, pada malam harinya panitia mengadakan Turnamen Futsal antar Regional yang tentu saja diramaikan oleh para peserta dari masing-masing regional. Semua regional ikut serta dalam turnamen ini; Luar Jawa, Jabodetabek, Priangan, Jogja-Solo, Jawa Tengah dan Jawa Timur tentunya yang mengutus tim terbanyak. Regional Jabodetabek akhirnya keluar sebagai Juara 1 setelah mengalahkan Regional Jawa Timur 3 di babak final. Setelah turnamen ini, kemudian semua peserta kembali ke Hotel Gadjah Mada untuk beristirahat.

Meskipun baru saja menguras keringat di lapangan futsal, ternyata tidak menyurutkan antuasias peserta untuk tetap begadang di malam terakhir acara ini. Sebagian dari mereka yang tidak bermain futsal, ada yang masih kangen dengan Pondok, sehingga mereka menuju ke Pondok untuk silaturrahim ke Pimpinan Pondok dan guru-guru senior. Memang, pada agenda ini panitia tidak mengadakan agenda khusus bersilaturrahim bersama Pimpinan Pondok dikarenakan kesibukan beliau dalam mengawal rentetan acara 90 Tahun Gontor ini.

Ahad, 28 Agustus 2016 merupakan hari terakhir dari rentetan agenda Silaturrahim Keluarga Besar Blitza Remigion kali ini. Panitia memang mengatur agar acara tidak dilaksanakan serius, sehingga acara berlangsung santai. Setelah Iqbal selaku ketua panitia sedikit bercerita dinamika perjalana panitia, kemudian dilanjutkan Saepudin yang mengharapakan kiprah teman-teman Blitza Remigion untuk lebih baik lagi dari hari ini. Arif Rosyidi kemudian juga bercerita tentang bagaimana akhirnya panitia memutuskan untuk memilih Hotel Gadjah Mada sebagai lokasi dilaksanakannya Silaturrahim Keluarga Besar Blitza Remigion ini. Acara siang itu kemudian juga menghasilkan terpilihnya 12 nama yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan Blitza Remigion. Regenerasi ini dimaksudkan agar semua anggota Blitza Remigion memiliki tanggung jawab dan rasa memiliki yang sama terhadap Blitza Remigion. Setelah sebelumnya Steering Commitee Blitza Remigion mengadakan rapat tertutup, terpilihlah 12 nama yang kemudian disepakati oleh forum. Mereka adalah; M. Kandias Rowi (Sidoarjo), Fadli Akbar (Makassar), Fahrizal Ischaq (Surabaya), Arif Hidayat (Yogyakarta), Abid Setiawan (Lamongan), Luthfi Muhyidin (Bogor), Kun Faisal (Banyumas), Yasir Mukhtar (Jakarta), Irvansyah Emmuty (Semarang), M. Zahjuli (Depok), Syamsul Arif Tombokan (Gorontalo), dan Syarif Hidayat (Kebumen). Mereka kemudian akan menyusun tim formatur yang akan membawa kemana Blitza Remigion akan diarahkan beberapa tahun kedepan. Mereka ini pula nanti yang akan memutuskan (atas usulan teman-teman tentunya) kapan akan diadakan kembali Silaturrahim Keluarga Besar Blitza Remigion.

Hasil kesepakatan lain yang juga lahir dalam pertemuan ini adalah bahwa Blitza Remigion akan mengumpulkan donasi dari semua anggota Blitza Remigion untuk kemudian diserahkan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor. Teknis selanjutnya akan diupdate melalui Grup Facebook dan Grup Whatsapp di tiap-tiap regional.

Hanya ungkapan rasa syukur dan ucapan Alhamdulillah atas terselenggaranya Silaturrahim Keluarga Besar Blitza Remigion tahun ini. Tentu saja, kerinduan setelah 11 tahun tidak bertemu tidak akan terobati hanya dalam kurun waktu pertemuan selama 3 hari saja. Kami dari panitia pun sangat yakin, antum semua yang belum berkesempatan hadir dikarenakan satu dan lain hal memiliki kerinduan yang sama. Insya Allah, dilain kesempatan kita akan berjumpa lagi.

Mengutip syair yang ditulis oleh Fahrizal Ischaq;

Meski kau sekarang doktor, dan aku hanya lulus KMI, aku tak peduli
Meski kau anak Kyai, bahkan sudah menjadi Kyai, dan aku hanya guru ngaji, aku tetap tak peduli
Meski mobilmu Fortuner dan aku masih sibuk nyicil motor bututku, akupun tetap tak peduli
Meski kau dekat pejabat dan politisi,sibuk tebar pesona sana-sini, aku “pancet” wong cilik, tetap saja, aku tak peduli

Aku hanya peduli, kau pernah sepiring dan sesambel denganku
Kau pinjam sabunku, aku pinjam gayungmu
Aku hanya peduli, kita pernah tunggal Kyai dan guru
Akupun sangat peduli bahwa kita pernah dalam kandungan rahim yang seibu

Gontor tempat berpulang
Blitza inspirasi untuk terus berjuang
Apapun dan siapapun dirimu sekarang
Gontor dan Blitza adalah sejarah kita dalam berperang
Melawan hawa nafsu yang usang
Hingga sampai di keindahan pulau sebrang

 

 

Comments

comments

Trackback from your site.

admin

Admin Website Blitza 679. Contact us at : admin@blitza679.com

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.