Potong ala Jundi, its not Just a Style!!!

Written by admin. Posted in artikel

Selama bertahun-tahun di Gontor, momen paling berbunga-bunga adalah saat harus pangkas rambut dengan gaya ini, karena dengan punya rambut seperti ini pada pertengahan bulan Ramadhan, artinya kita sudah “merdeka” dari “penjajahan” kakak kelas 6, dengan rambut gaya ini rasanya kita sudah menjadi Raja di Gontor, dengan rambut begini pula bisa dengan bangga menelpon orangtua yang jauh yang tidak bisa menemani lebaran bersama, dan dengan rambut begini pada tanggal 10 Syawwal bisa dengan bangga menyambut adik-adik kelas datang kembali ke Pondok setelah mereka liburan 40 hari, inilah gaya rambut “pemenang”.

Bukan berarti yang tidak bisa mendapat gaya rambut begini adalah “looser”, malah yang lebih “jagoan” lagi kalau harus menunda cukur sampai tahun depan, tapi mau berjuang demi gaya rambut itu. Dan memang menjadi kelas 5 di Gontor sama “tersiksanya” dengan gabungan masa kelas 1-4, dan kelas 5 adalah momen paling “the most memorable occasion”.

Gaya rambut begini, tandanya pemiliknya adalah santri yang baru yudisium menjadi kelas 6, kelas 6 adalah posisi paling senior dan paling bergengsi dan the last step menuju alumni, dan bisa mensejajarkan nama dengan orang-orang besar yang pernah mendapat pendidikan di Gontor, ya meskipun nama sejajar cuma di list data alumni, kalau baca list data alumni…”eh di ujung ada nama ane”.

Setelah diumumkan nama sebagai lulusan di bawah “pohon mangga”, langsung lari ke tukang cukur yang sudah antri 5 orang, dan membayar 1000 rupiah. Tapi banyak yang saking bahagianya membayar tukang cukur sampai 100 ribu rupiah, tapi tukang cukur yang sudah setiap tahun melakukan kegiatan itu pasti menolak, mereka hanya menerima 1000 rupiah, itulah sebutan “rambut gaya 1000 rupiah”.

Gaya rambut seperti ini secara resmi disebut “Jundi”, artinya tentara. Seumur hidup di Gontor, setiap santri “halal” mendapat gaya jundi hanya sekali saja, yaitu pada tanggal 15 Ramadhan. sebagai bukti bahwa yang bersangkutan resmi jadi siswa akhir di Gontor. Adapun yang mendapatkan kesempatan “jundi” prematur, itu adalah kesalahan, pasti karena pelanggaran disiplin.

Tapi yang paling penting adalah jadi Penguasa Dapur Umum, bisa makan kapan saja dan sesuka hati…hahahha

Gontor is not just a school, it’s home, it’s dream, it’s story, it’s history.

Comments

comments

Trackback from your site.

admin

Admin Website Blitza 679. Contact us at : admin@blitza679.com

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.