Ustaz Syarif Abadi — Sang Tauladan

Written by admin. Posted in artikel

Ust. Syarif Abadi

Suatu ketika Kyai Hasan Abdullah Sahal pernah berkata, “Kalau Pondoknya lebih terkenal dari Kyainya, maka Kyainya telah berhasil membesarkan Pondoknya”, Hal itu sangat cocok untuk Kyai-kyai Gontor, semua orang tahu Gontor, tetapi sedikit sekali yang tahu Kyai Ahmad Sahal, Kyai Imam Zarkasyi, Kyai Zainuddin Fannanie rahimahumullah.

Sama seperti sosok teladan ustaz Syarif Abadi, salah seorang guru senior di Gontor yang menjadi rujukan ilmu Fiqih 4 mazhab, beliau bukan lulusan universitas ternama di dunia, tetapi para sarjana luar negeri yang saat ini mengajar di Gontor hormat pada beliau, bukan karena senioritas saja, tetapi dedikasi beliau, akhlak beliau, tawadhu beliau, dan pastinya kesederhanaan beliau.

Benar, jangankan di dunia pendidikan nasional, di kalangan santri sendiri ada yang tidak mengenal ustaz Syarif Abadi, hanya namanya saja yang mereka dengar, tapi tidak tahu orangnya, tetapi sekali mengenal beliau dijamin jatuh cinta.

Pernah suatu ketika, salah satu siswa kelas 6 yang akan menjalani ujian “Amaliyah Tadris” mendapat Pembimbing bernama ustaz Syarif Abadi, otomatis dia harus menemui beliau untuk mengajukan konsep amaliyahnya, beliau tinggal di luar komplek Pondok, di kampung sebelah, diseberang sungai Malo. Siswa itupun pergi dengan sepeda Keamanan, karena dia bagian Keamanan.

Kampung sebelah itu indah sekali, setelah melewati sungai Malo, terlihatlah sawah terhampar hijau sejauh mata memandang, dari kejauhan terlihat seorang laki-laki tua dengan pakaian sederhana sedang menggiring kambing-kambingnya.

Karena tidak tahu rumah ustaz Syarif dimana, siswa itu berhenti dan bertanya, “Pak, dimana ya rumah ustaz Syarif Abadi?”, dengan senyum laki-laki tua itu menjawab, “Kamu jalan terus saja, nanti akan ada sebuah gubuk kecil di pinggir sawah, itulah rumahnya, disitu Cuma ada satu rumah, itulah rumahnya”. Diapun melajutkan perjalanannya.

Sampai di depan rumah itu, terlihat sunyi, siswa itu memberanikan diri turun dan memberi salam, tapi tak ada jawaban, setelah 3 kali dia memberi salam sambil melihat-lihat kiri kanan rumah itu, dari kejauhan terdengar jawaban, “Waalaikumsalam…kamu mencari pak Syarif? ini saya Syarif”.

Segera saja dia berbalik ke arah suara, ternyata pemilik suara itu adalah laki-laki tua pengembala kambing. Siswa itu malu sekali, karena tidak mengenal gurunya yang akan menjadi pembimbingnya dalam ijian final Amaliyah Tadris.

Ustaz Syarif Abadi, sosok yang luar biasa, tidak pernah sekalipun terlihat beliau marah. Pada malam ujian, seperti terlihat pada foto itu, beliau dengan motor tuanya keliling pondok melihat anak-anak yang sedang belajar, dan pastinya menanyakan apapun masalah mereka.

Yang membuat beliau istimewa di hati semua alumni Gontor adalah sifat kebapakan beliau, ketulusan, keikhlasan, dan keilmuwannya. Kapanpun dan dimanapun kami berada, nama beliau selalu di hati dan dalam doa.

Comments

comments

Trackback from your site.

admin

Admin Website Blitza 679. Contact us at : admin@blitza679.com

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.