Menikmati suasana Ujian di Gontor

Written by admin. Posted in artikel

“Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian”, ungkapan yang selalu didengung-dengungkan setiap menjelang ujian, bahkan banyak baliho dan poster terpampang dimana-mana bertuliskan ungkapan tersebut. Baliho dan Poster tersebut adalah kreasi siswa akhir KMI yang diperbantukan oleh Staff KMI dan Panitia Ujian KMI. Sehingga, setiap tahun kreatifitas santri-santri akhir KMI yang memiliki keahlian menggambar dan melukis salah satunya diaplikasikan dalam pembuatan Baliho dan Poster untuk menambah kehangatan suasana Ujian di Gontor.

Ujian di Gontor bukan saja sebuah event untuk mencari nilai dan kelulusan, tapi juga sebuah pendidikan akhlak dan kejujuran, dimana proses jauh lebih penting daripada hasil, kalaupun tujuan ujian untuk mendapat nilai yang bagus maka proses mencapai itu juga harus bagus. Artinya, kalau lulus dengan cara nyontek atau bawa kepekan, itu bukan sebuah usaha yang hasilnya terhormat.

Kesempatan berbuat curang dalam ujian di Gontor seems to be an impossible mission,  bagaiamana bisa nyontek?, kiri-kanan siswa kelas di atas atau dibawah kita, satu ruang kelas isinya 20 examinee dengan 3 atau 4 pengawas yang “diharamkan” duduk oleh Panitia Ujian KMI. Diluar ruang ujian, panitia ujian wira-wiri setiap 5 menit, apabila dalam kondisi demikian bisa berbuat curang, maka anda sangat luar biasa, cocok menjadi politikus. Kalau ketahuan berbuat curang dalam ujian, dijamin tahun depan pelakunya pasti duduk di kelas yang sama, karena dia akan kena sanksi berupa skorsing 1 tahun ajaran.

Ujian di Gontor bukan saja sebuah event untuk mencari nilai dan kelulusan, tapi juga kesempatan mendekatkan diri pada Allah, karena hanya Allah yang bisa menjaga kesehatan kami, dan dengan kesehatan kami bisa belajar dan mengikuti ujian secara maksimal. Tidak aneh kalau pada masa ujian anak-anak santri merengek-rengek pada Allah dengan berbagai ibadah, mulai dari zikir, sholat sunnah dan puasa, pemandangan yang sangat lazim ketika jam 2 dinihari situasi di Masjid Jami’ kondisinya seperti siang hari, banyak anak-anak qiyamul lail di sudut-suduh masjid dan juga di asrama, bahkan di atas jemuran lantai 6 yang gelap gulita.

Salah satu hal aneh yang sering dilakukan oleh beberapa santri adalah tidak mandi pagi sebelum berangkat ujian, habis subuh langsung siap-siap pakaian sekolah dan siap-siap sarapan, kemudian masuk ujian, tidak semenitpun waktu dibuang-buang untuk hal yang tidak berguna, selalu bersama buku. Kalau ditanya kenapa tidak mandi? Karena mandi itu akan melunturkan ilmu, ilmu akan mengalir bersama air-air yang menetes dan masuk ke selokan. Hahaha…

Sebenarnya bukan ketatnya pengawasan yang membuat anak-anak tidak mau berbuat curang di ujian, tapi karena mereka diajarkan “bangga dengan hasil usaha sendiri meskipun kecil”, itulah yang membuat mereka tidak mau berbuat curang, lulus dengan nilai tinggi, semua orang kagum pada dia, tapi hati kecilnya memberontak “kamu lulus karena curang, apa yang kamu banggakan?”, lebih baik nilai kecil tapi puasa karena itu hasil usaha sendiri.

Makanya di Gontor setelah ujian, para santri hanya menerima selembar kertas berisi nilai, yang disebut Kasyfu Darojah, waktu menerima rapor yang dilihat pertama kali bukan nilai materi ujian tapi nilai paling bawah yaitu suluk alias akhlak, kalau suluk itu nilainya bagus, hidup tenang, meskipun nilai jelek, karena nilai yang tinggi dengan suluk rendah sama dengan kemungkinan naik kelas menurun atau naik kelas dengan pilihan berada di Pondok Cabang. Jangan dikira Wali Santri tidak menerima duplikat Kasyfu Darojah ini. Paniti Ujian KMI Gontor sudah mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga duplikasi Kasyfu Darojah tersebut dipastikan akan sampai ke rumah santri dan santriwati Gontor agar para orang tua mereka dapat melihat hasil ujian yang mereka dapatkan. Setelah itu, kertas satu lembar itu jadi bungkus kacang. Bisa jadi.

Comments

comments

Tags:

Trackback from your site.

admin

Admin Website Blitza 679. Contact us at : admin@blitza679.com

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.