Sampai Kapan?

Written by Fahmi Agustian. Posted in artikel

Oleh : Fahmi Agustian | Email | Blog

Beberapa hari terakhir dunia kembali disibukkan dengan agresi Israel di jalur gaza. Baik yang pro maupun yang kontra. Dari berbagai sumber media mengatakan bahwa militant Hammas yang pertama kali memulai, setelahnya puluhan ribu pasukan Israel dikerahkan, setelah memakan korban jiwa yang banyak, terutama warga sipil yang masih balita, disepakatilah gencatan senjata, Hammas bersorak, mengklaim kemenangan atas Israel kali ini.

Apa yang sebenarnya terjadi dibelakang konflik Israel-Palestina yang tidak kunjung selesai ini, setiap terjadi agresi militer, dalam hitungan hari disepakati gencatan senjata, jeda beberapa tahun, terjadi lagi, benarkah ini konflik aqidah semata? Fakta bahwa tidak semua penduduk palestina beragama islam tidak banyak yang menyadari, begitu Palestina bergejolak, sontak mayoritas muslim yang melancarkan protes, demonstrasi, menyalurkan bantuan dan lain sebagainya. Hormat saya kepada anda-anda yang berjuang dengan apa yang anda miliki, entah berupa rupiah yang didonasikan, demonstrasi di beberapa titik kota besar. Tidak penting demonya ke siapa, unjuk rasa ditujukan kepada siapa, yang terpenting adalah bahwa niatnya adalah membela hamba-hamba Allah dari kedhzaliman yang sedang terjadi serta menjaga rahmatan lil ‘alamin-nya Islam. Insya Allah, apa yang anda-anda lakukan adalah investasi untuk anak-cucu dimasa yang akan datang, bukan hanya untuk Palestina saat ini.

Apa yang terjadi di Gaza bukanlah pertandingan, melainkan pembantaian. Entah siapa yang memanfaatkan kekuatan yang sebenarnya, apakah Israel memanfaatkan status quo Negara adidaya Amerika, atau Amerika menjadikan Israel boneka di timur tengah untuk memancing Iran keluar dari kandangnya?. Karena duel yang sesungguhnya adalah Amerika versus Iran, dan entah kapan duel yang sebenarnya ini akan berlangsung. Dilebarkan lagi, ada kabar bahwa pemasok persenjataan Hammas adalah Iran sehingga Amerika pun tidak mau kalah dengan memasok persenjataan Israel. Kemudian dilebarkan lagi konflik Sunni-Syi’ah, ada yang menganggap bahwa Iran adalah Negara Syi’ah dimana Syi’ah sudah dianggap sebagai aliran sesat dimana-mana, lantas negara-negara Islam bersepakat bawha Iran harus dilawan karena Syi’ah-nya, amerika dengan mudahnya menunggangi konflik internal Islam bertajuk Sunni-Syi’ah untuk melawan Iran.

Kalaulah memang yang terjadi di Gaza adalah perang agama, agama mana yang berperang? Yahudi melawan Islam? Lantas bagaimana dengan orang Yahudi yang beragama Islam dan orang Yahudi yang tidak beragama Yahudi? Benarkah bahwa Israel adalah representasi dari Agama dan Ras Yahudi?. Konspirasi Global. Ada segelintir orang yang mengatakan bahwa ini konspirasi global, dimana pelakunya sendiri tidak menyadari bahwa dia menjadi bagian dari konspirasi tersebut. Mungkin ada diantara anda sekalian yang mendalami teori konspirasi bisa membuat tulisan yang berbeda. Saya sendiri masih ingat, sekitar tahun 2009 yang lalu ketika Gaza juga bergejolak, broadcast di Yahoo Messenger tersebar dengan pesan utama “boikot produk Yahudi”. Pada titik ini saya tersenyum, karena produk-produk Yahudi sudah hampir menjadi teman akrab kita sehari-hari mulai dari kamar mandi hingga pakaian yang kita pakai. Dimanakah batasan boikot yang dianjurkan itu?. Jama’ah haji setiap tahunnya terbang menggunakan pesawat buatan Yahudi menuju Arab Saudi, belum lagi para Ulama yang harus berkunjung keberbagai daerah menggunakan pesawat yang juga buatan Yahudi, perangkat telekomunikasi yang kita pakai sehari-hari, social media yang kita buka lewat internet setiap hari dan seterusnya silahkan anda tambahkan sendiri. Bahkan ketika isu penghinaan Nabi Muhammad SAW beberapa waktu yang lalu, muncul anjuran memboikot Google dan Youtube selama seminggu dengan tujuan menghancurkan saham Google. Semudah itukah?. Lantas muncul kalimat sinis “Menganjurkan boikot produk Yahudi dengan menggunakan produk buatan Yahudi juga”. Menyebarkan anjuran boikot Google dengan menggunakan fasilitas broadcast message di Blackberry Messenger, atau update status di facebook dengan menggunakan browser Google Chrome yang dijalankan di komputer berprocessor Intel.

Di Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta mengeluarkan statemen agar mendesak Obama untuk meminta Israel menghentikan serangan ke Gaza. Presiden SBY yang saat ini diragukan oleh rakyatnya apakah dia presiden beneran atau presiden jadi-jadian, karena kekuasaannya terhadap kepresidenannya hanya 10%, sisanya ada pada istrinya dan ibu mertuanya. Presiden SBY yang dalam 5 tahun terakhir sangat buka-bukaan menjiplak gaya Demokrat versi Obama di Amerika adalah Presiden yang beberapa tahun yang lalu mengatakan bahwa Amerika adalah rumahnya. Maka, Indonesia sebagai Negara dalam konflik Israel-Palestina sebaiknya mengambil status “Abstain” saja. Biarlah rakyat Indonesia yang bergerak, mengumpulkan donasi untuk disumbangkan kepada rakyat Palestina. Sekali lagi, salam hormat saya kepada anda-anda yang sudah berjuang mengumpulkan donasi diberbagai tempat untuk disalurkan kepada saudara kita di Palestina, Insya Allah itu adalah investasi anda semua dan anak cucu dimasa yang akan datang.

Minumlah seteguk air yang mengalir ke dalam badan kita diiringi doa oleh kedalaman hati kita. Duduk rileks. Tarik napas panjang. Kita luangkan sedikit waktu untuk menabung pembelajaran tentang itu semua. Pelan-pelan, tidak dengan kemarahan tapi dengan mesin ilmu dan ketenangan batin.

Comments

comments

Trackback from your site.

Fahmi Agustian

Pemuda yang ketlingsut di keramaian ibukota Indonesia.
follow me on twitter @FahmiAgustian

http://fahmiagustian.com

Comments (4)

  • ifriet

    |

    kemaren jam 9 waktu setempat hammas vs israel melakukan genjatan senjata to kang?

    Reply

    • Fahmi Agustian

      |

      Gencatan senjata pasti selalu ada setiap pasca agresi Israel ke Palestina, dan dalam rentan waktu beberapa bulan atau tahun, agresi akan kembali dilancarkan. beberapa hari yang lalu, aktivis bulan sabit merah yang membangun Rumah Sakit di Palestina aja bilang, kalau tiap hari ada aja bom atau rudal yang meledak, namun kehidupan ekonomi tetap berjalan seperti biasanya, baru ketika ada agresi besar-besaran semua toko tutup, kehidupan ekonomi lumpuh.

      Reply

    • arielthekillers

      |

      sampe sekarang ane blum ngikutin berita tentang Gaza, kampungan skali diriku. 😀

      Reply

      • inzacky

        |

        kemaren kena imbas demo di bundaran HI, transjakarta koridor 1 berhenti beroprasi dan ane naek ojeg :)) hahahaha…..

        Reply

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.