apakah kita juga seperti ini ? | Penyakit Alumni Gontor

Written by arielthekillers. Posted in Berita

Oleh : Amama Ali (AmAL) | amamaali@gmail.com | http://migontor.wordpress.com

Perkembangan virus PKB (Perpecahan Keluarga Besar) semakin dahsyat, tingkat kekritisan juga semakin meningkat. Terbaring tak berdaya di ruang unit gawat darurat (UGD). Sembari terus mengigau tentang penyebab penyakitnya dan mengumpat orang-orang terdekatnya karena telah lalai merawat.

Penyakit yang sebenarnya tidak menular itu kemudian bermutasi menjadi menular. Langsung tepat kepada objek yang sedang menjenguk karena prihatin, langsung tanpa kontak langsung. Beberapa yang sehat kemudian ikut menyusul sakit bahkan lebih kronis sampai mendekati maut, suul khatimah.

Si sakit terus menuduh sang bapak yang salah karena telah salah asuh dan mewariskan penyakit turunan. Meski telah dibantah oleh rekaman riwayat medis dan klinis si bapak. Riwayat antroplogis-historis-sosiologis-psikologis juga mengatakan bahwa sang bapak baik-baik saja.

Salah seorang anak kemudian menjadi geram dan berharap sudaranya bangun dan sadar. “Hei nak, dengarkan”. Buka matamu dan lihatlah kembali ke masa-masa lalumu ketika kamu keluar dari rumah dengan bangga karena nama bapakmu dan sebuah kunci. “Ingat!, hanya kunci”, demikian penegasan bapakmu waktu itu.

Sebuah kunci ajaib yang dengannya bisa kamu buka apa saja. Tapi sayang kunci itu kamu gunakan hanya untuk membuka pintu kenangan masa lalu. Mengulang kenangan dengan kawan-kawanmu disebuah kontrakan. Untuk kemudian secara bersama-sama membuka dan menikmati pintu-pintu yang dulu terlarang.

Waktumu kemudian habis hanya untuk mengulang kenangan, menikmati hal-hal terlarang secara berjamaah. Jadilah kuncimu tadi tumpul dan karatan. Bila kemudian kuncimu patah, lalu kemudian apa hak kamu menyalahkan bapak.

Demikianlah situasi kondisi terbanyak dari alumni Gontor dewasa ini. Mereka keluar dari Pondok untuk balas dendam secara berjamaah, melakukan apa yang dulu dilarang. Menguasai sebuah kompleks kos bahkan melarang bapak kos menerima anak kos baru selain alumni Gontor. Berdalih mengamalkan doktrin, bukan Gontor yang harus “dikos kan” tapi kos-kosan lah yang harus di-Gontor-kan.

Jadilah wisma Gontor terselubung itu menjadi lokalisasi gelap. Amalan-amalan sesat yang dulu dilarang di Gontor diamalkan. Karena kekuatan berjamaah, lahirlah sebuah geng yang menghalalkan apapun. Pengalaman belajar sampai larut malam, digunakan mereka untuk menjadi manusia hidup di malam hari dan kelelawar tidur di siang hari.

Akhirnya, terpecahkanlah rekor-rekor fantastis di dunia akademik. Gelar sarjana al-Azhar, berhasil diraih dalam kurun waktu 10 tahun. Sebuah organisai kebatinan ke-alumni-an, berhasil memenangkan seorang calon mengalahkan HMI, PMII, KAMMI dalam sebuah perebutan kekuasaan kampus. Padahal isi rapat pemenangan hanya makan di nampan bersama.

Bila kemudian patahan kunci yang karatan tersebut terinjak kaki, menimbulkan infeksi hingga amputasi. Lalu apa salah bapak bila kamu jadi buntung karenanya?. Toh bapak juga gak pernah minta uang saku.

“Bila memang bapakmu ini sudah tak pantas ditaati dan tak layak lagi jadi bapakmu….lepaskan nama bapak dari namamu….bapak ikhlas”. Kalau perlu, robek saja akta kelahiran yang dulu bapak buatkan untukmu.

Comments

comments

arielthekillers

Bad Father | Blogger | Social Networker | Learner | Googl`er | Programmer | Web Designer
i’am Interrest with something new, kecuali istri baru. I’Q Jongkok sejak SD sampe Kuliah, tapi alhamdulillah masih suka belajar.

Comments (3)

  • inzacky

    |

    Akhirnya, terpecahkanlah rekor-rekor fantastis di dunia akademik. Gelar sarjana al-Azhar, berhasil diraih dalam kurun waktu 10 tahun.

    ^
    Mulai tahun 2006 prosentase kelulusan al-azhar untuk IKPM bisa dikatakan 80% predikatnya pun bagus-bagus. mungkin penulis hanya mendengar cerita atau mengalaminya tapi di masa yang lalu jauh sebelum ada ujian dari depag.

    Reply

    • arielthekillers

      |

      mungkin begitu om, ane juga gak ngerti sih soal al-azhar.
      tapi penulis bisa jadi benar seandainya dulu ane yg kuliah di al-azhar… hahahaii.. 😀

      Reply

      • inzacky

        |

        hahaha…. :)) bal asaddu… 😛

        Reply

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.