LSM; Premanisme Gaya Lama Yang Berreinkarnasi

Written by Muhammad Irfan. Posted in artikel

 

Lembaga Swadaya Masyarakat sering disebut LSM, Organisasi Masyarakat yang tumbuh subur di Indonesia pada era ini. Era disaat kebebasan berekspresi dan kebebasan berkumpul didewakan menjadi bagian dari Konstitusi. Ya, Kebebasan berserikat dan berkumpul memang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945 tepatnya pada pasal 28. Perlindungan konstitusional ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk meraih sekelompok orang agar dapat mengutarakan berbagai pendapat baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

LSM banyak ditujukan untuk menyuarakan berbagai keluhan masyarakat yang mungkin saja tidak tersentuh oleh pelbagai program pemerintah – niat utama – tapi pada kenyataannya tak jarang LSM saat ini bertransformasi menjadi Lembaga yang “meminjam” atas nama Masyarakat hanya untuk memeras Lembaga Pemerintah untuk mendapatkan “jatah” dari Anggaran Negara dengan cara – cara premanisme.

Curhatan gangguan LSM ini sudah disuarakan oleh Bima Arya yang merasa bahwa hamper 100 % Pemerintah Daerah diganggu oleh keberadaan Lembaga “Peminjam” nama Masyarakat ini. Belum lama ini, Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung, juga menanggapi demo yang mengatasnamakan rakyat miskin yang merasa tak tersentuh terhadap perkembangan program Pemerintah Kota Bandung. Keadaan ini sebenarnya sangat bisa dibaca bahwa LSM tersebut mempunyai keinginan untuk mendapatkan kucuran dana segar dengan cara premanisme. Mengapa demikian? Ya, Pemerintah Kota Bandung dipastikan sudah punya Program Pengentasan KEmiskinan dan sudah banyak terrealisasi dan masih didemo. Ok, kritis terhadap Program Pemerintah adalah keniscayaan, tapi tanpa membaca apa yang sudah dilakukan sama saja dengan menafikan program yang sebenarnya sudah berjalan dengan baik tanpa bantuan LSM, Mengapa LSM Demo? Saya yakin jawabannya anda semua tahu, LSM tak kebagian dana tersebut.

Tak perlu jauh-jauh kita ke Bogor atau Bandung, saya sebagai bagian dari Lembaga Pemerintahan di bidang Yudisial, saat ini sedang dalam Program Pembangunan Gedung Kantor, tak jarang – untuk tak mengatakan setiap hari – kantor kami yang masih menyewa ini didatangi oleh oknum LSM tertentu dengan membawa wartawan. Tujuan mereka? Entah saya kurang paham, tapi setahu saya, intinya “memeras” dana APBN yang digunakan untuk Pembangunan Gedung Kantor dengan mencari-cari kesalahan untuk dapat diberitakan di Koran, bila tidak ingin diberitakan kami harus membayar sepeser rupiah kepada Oknum LSM tersebut. Ya, keadaan ini sudah menjadi rahasia umum di Lembaga Pemerintahan manapun seperti yang saya contohkan di atas.

Ok, korban diatas adalah Lembaga Pemerintah, maka lebih miris lagi ketika kita harus menghadapi bahwa yang menjadi korban premanisme LSM adalah Masyarakat. Tak jarang kita mendengar “uang keamanan” di kalangan pedagang pinggir jalan dan pasar yang disetorkan kepada preman atas nama LSM. Hal ini tentu secara langsung merugikan pedagang yang tak jarang adalah warga miskin terpinggirkan dan secara tak langsung merugikan Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat setempat karena pendapatan daerah dari pedagang pasar tak masuk ke kas daerah.

Premanisme macam begini saat ini menjamur di masyarakat yang tak jarang dengan modal tampang seram, badan kekar, atau punya backing Anggota/Petinggi Kepolisian, Anggota/Petinggi TNI, atau bahkan bagian dari Pemerintah itu sendiri yang menginginkan keuntungan pribadi.

Tak hanya urusan financial sebenarnya, banyak tatanan masyarakat yang diobok-obok oleh LSM Preman seperti ini demi keuntungan kelompok tertentu atau bahkan pribadi tertentu. Bagaimana LSM seperti diatas sering memprovokasi masyarakat untuk menggagalkan program pemerintah yang inti sebenarnya adalah karena LSM tersebut tak “kecipratan” dana program pemerintah. Bukankah banyak cara untuk mencari penghasilan untuk sebuah perkumpulan tanpa harus menggangu program pemerintah atau bahkan menarik upeti dari pedagang kecil sebagai uang keamanan? Bertaubatlah wahai LSM Preman banyak yang sudah tak nyaman dengan keberadaanmu.

http://news.liputan6.com/read/2198061/bima-arya-kepala-daerah-sering-diganggu-lsm-dan-ormas-preman

https://www.facebook.com/RKbdg/photos/a.165770243574805.1073741828.163237587161404/639390996212725/?type=3&theater

Comments

comments

Trackback from your site.

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.