Rakyat yang Jujur

Written by Jauhar Ridloni Marzuq. Posted in Hikmah

Umar-Bin-Khattab-600

Alkisah, suatu masa di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab RA terjadi sebuah kecurangan, di mana para penjual susu banyak mencampur jualan mereka dengan air. Umar bin Khattab pun mengancam akan menghukum berat siapa saja yang melakukan kecurangan ini.

Selain mengumumkannya di pasar, Umar bin Khattab juga turun sendiri ‘blusukan’ keliling kota. Pada suatu malam, Umar bin Khattab berkeliling dengan Aslam, pembantunya. Setelah sekian lama berkeliling, Umar merasa lelah sehingga ia istirahat di samping salah satu rumah penduduk. Umar dan pengawalnya bersandar di dinding luar rumah tersebut.

Ketika sedang istirahat, tanpa sengaja Umar mendengar percakapan seorang anak perempuan dan ibu penghuni rumah tersebut.

“Berdirilah. Ayo campurkan air ke susu itu,” sang ibu menyuruh putrinya untuk mencampur susu yang akan ia jual dengan air.

“Wahai Ibu, tidakkah engkau tahu bahwa Khalifah Umar melarang keras perbuatan itu? Ia telah menyuruh pengawalnya untuk berkeliling pasar mengumumkan larangan mencampur susu dengan air.”

“Tidak apa-apa. Bukankah sekarang kita tidak dilihat oleh Umar. Ayo cepatlah kamu campurkan air itu ke susu!”

Dengan suara lebih tegas, sang anak lalu berkata, “Demi Allah, Ibu, aku tidak akan pernah menjadi orang yang menaati Umar di tengah-tengah orang banyak, kemudian melanggarnya ketika dalam kesepian (kesendirian). Jika Umar tidak melihat kita, maka sungguh Tuhan Umar melihat kita!”

Pecakapan itu, tanpa mereka sadari, didengar seluruhnya oleh Umar bin Khattab dari luar rumah. Usai percakapan itu, Umar pun menyuruh Aslam mencari tahu identitas sang anak perempuan tersebut.

Esok harinya, Aslam menemukan bahwa sang gadis itu bernama Ummu Imarah. Mendapatkan Ummu Imarah belum menikah, Umar lalu menikahkannya dengan salah satu anaknya, Ashim bin Umar. Dari Rahim wanita jujur inilah kelak lahir cucunya yang bernama Umar bin Abdul Aziz. Umar bin Abdul Aziz adalah pemimpin yang sangat disegani di masa Daulah Umawiyah. Keadilan, kejujuran dan kebijaksaannya sangat terkenal sehingga ia dijuluk Khulafa Rasyidin ke-5.

Selama ini, dalam melihat kebobrokan suatu bangsa, kita sering melempar kesalahan kepada pemimpin. Kita tidak pernah sadar bahwa keadaan rakyat yang dipimpin memiliki andil besar dalam menciptakan pemimpin yang mereka miliki. Pemimpin adalah cerminan masyarakat. “Seperti apa kondisi kalian, maka seperti itu jugalah kalian akan dipimpin,” sabda Rasulullah. (HR Ad-Dailamy).

Rakyat yang jujur akan melahirkan pemimpin yang jujur, begitu juga sebaliknya. Jika kita mengharapkan lahirnya pemimpin seperti Umar bin Abdul Aziz, maka kita harus terlebih dahulu menjadi orang-orang jujur seperti Ummu Imarah. Wallahu a’lam.

Comments

comments

Trackback from your site.

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.