Hikmah – Makna Ikhlas

Written by Jauhar Ridloni Marzuq. Posted in Hikmah

iklas

Rasulullah SAW bersabda bahwa pada hari kiamat nanti akan ada tiga golongan yang pertama kali dihisab oleh Allah SWT, yaitu seorang martir, seorang pencari ilmu, dan seorang ahli sedekah. Ketiga golongan itu akan ditampakkan kepada mereka nikmat yang dulu Allah berikan di dunia, kemudian dihisab satu persatu.

“Apa yang telah kamu lakukan di dunia dulu?” Allah mengawali hisab dari golongan pejuang.

“Saya berjuang untuk menegakkan kalimat-Mu,” jawab pejuang itu.

“Dusta!” Allah menyanggah. “Kamu berjuang supaya dianggap sebagai pemberani, dan keinginan itu sudah kamu dapatkan di dunia.” Allah pun memerintahkan kepada malaikat untuk menyeret dan memasukkannya ke neraka.

Kepada golongan kedua, Allah menanyakan hal yang sama. “Apa yang kamu lakukan selama di dunia?”

“Aku mencari ilmu kemudian mengajarkannya demi Engkau. Aku juga membaca al-Quran demi Engkau,” jawab golongan pencari ilmu ini.

“Kamu dusta!” Allah menyanggah. “Kamu mencari ilmu supaya dikatakan sebagai ulama. Kamu juga membaca al-Quran agar dianggap sebagai qari. Tujuan itu sudah kamu dapatkan di dunia.” Allah pun memerintahkan kepada para malaikat untuk menyeret dan melemparkannya ke neraka.

Kepada yang ketiga, Allah menanyakan hal yang sama pula. “Apa yang kamu kerjakan dengan harta yang sudah Aku berikan kepadamu?”

“Aku tidak meninggalkan satu lahan kebaikan pun kecuali aku infakkan hartaku di dalamnya demi Engkau,” jawab golongan ahli sedekah ini.

“Dusta!” Allah menyanggah. “Kamu mengerjakan hal itu supaya dianggap sebagai dermawan, dan tujuan itu sudah kamu dapatkan (saat di dunia).” Allah pun memerintahkan kepada malaikat untuk menyeret dan memasukkannya ke neraka. (HR Muslim).

Ikhlas adalah ruh ibadah. Jika raga kita tak berfungsi tanpa ruh, maka amal ibadah kita pun tak berguna tanpa keikhlasan. Hadis di atas adalah contoh tiga golongan manusia yang ibadahnya justru menjerumuskan mereka ke neraka karena tidak dibarengi dengan niat yang ikhlas.

Menurut Ibnu al-Qayyim, ikhlas adalah mengkhusukan tujuan ibadah hanya kepada Allah SWT, dengan memurnikannya dari keinginan untuk mendapat pujian manusia atau hal-hal duniawi lainnya. Selain menjadi syarat utama diterimanya ibadah, ikhlas merupakan inti pokok ajaran Islam. Allah SWT berfirman,

“Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Dan yang demikian itulah agama yang lurus.”
(QS al-Bayyinah [98]: 5).

Untuk menemukan keikhlasan dalam beribadah, setidaknya ada tiga hal yang perlu kita perhatikan. Pertama, luruskan niat semata-mata demi Allah, karena imbalan amalan tergantung pada niat yang kita tetapkan. Kedua, bersihkan jiwa dari penyakit hati yang tercela, karena penyakit itulah yang menghalangi amalan kita untuk sampai kepada Allah. Ketiga, jangan suka mengungkit-ungkit perbuatan baik, karena hal itu adalah bagian dari riya yang bisa menghapus pahala amalan kita. Wallahu a’lam.

Comments

comments

Trackback from your site.

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.