Not your day, Don Carlo.

Written by Fahmi Agustian. Posted in artikel

Laga El Clasico edisi ke 225 memunculkan Barcelona sebagai pemenang. Menjamu Real Madrid di Camp Nou dengan dukungan penuh fans yang hadir, Barcelona menundukkan Real Madrid dengan skor tipis 2-1. Carlo Ancelotti harus menelan kekalahan di laga El Clasico perdananya, hanya saja Don Carlo tidak merasakan sambutan pahit 5 gol yang dirasakan oleh Jose Mourinho beberapa tahun yang lalu. Laga El Clasico semalam tetap panas seperti biasanya, wasit Undiano Mallenco terpaksa mengeluarkan 7 kartu kuning, 5 diantaranya untuk pemain Real Madrid.

Adu strategi dua pelatih anyar

Tata Martino seperti tidak menemukan kesulitan dalam menyusun starting XI di laga semalam. Skema 4-3-3 yang dipasangnya hanya merubah sedikit posisi pemain saja. Jika pada pertandingan sebelumnya Messi selalu menjadi penyerang tengah, laga tadi malam La Pulga digeser ke sektor penyerang kanan dan posisinya digantikan oleh fabregas yang sudah fasih memerankan false nine. Lini tengah tetap dipercayakan kepada Xavi dan Iniesta sebagai motor serangan, dan Sergio Busquets tetap diplot sebagai gelandang bertahan untuk memotong serangan Real Madrid. Begitu juga di sektor pertahanan, tidak ada perubahan yang signifikan dari laga-laga sebelumnya. Absennya Jordi Alba karena cedera tertutupi oleh Adriano. Starting XI Barcelona : V. Valdes-Alves-Pique-Mascherano-Adriano-Busquets-Xavi-Iniesta-Messi-Fabregas-Neymar.

Carlo Ancelotti, seperti yang sudah-sudah. Ia memasang skema diamond di lini tengah. Sayangnya racikan 4-3-3 miliknya terlihat tidak berjalan di babak pertama. Ia seakan memaksakan diri untuk memainkan Gareth Bale dan Angel Di Maria secara bersamaan dengan memasang Ronaldo sebagai penyerang tengah. Lini tengah dipercayakan kepada Luca Modric dan Sami Khedira. Sektor gelandang bertahan dipercayakan kepada Sergio Ramos. Hal ini cukup mengagetkan, meskipun Xabi Alonso masih absen, nyatanya Real Madrid masih memiliki Asier Illaramendi, namun Don Carlo sepertinya belum percaya penuh pada kualitas pemain yang digadang-gadang menjadi “The next Xabi Alonso” tersebut. Di Sektor pertahanan, Ancelotti pun sepertinya sedang berjudi. Dan sayangnya, perjudiannya tersebut berbuah pahit. Ia memasang Carvajal dan Varane dan terbukti gagal meredam Neymar di sektor tersebut. Nilai plus Madrid di sektor pertahanan ada pada duet Pepe dan Marcelo yang berhasil membuat Messi tidak memiliki ruang gerak yang luas, sehingga Messi tidak selincah biasanya. Diego Lopez tetap dipercaya sebagai penjaga gawang. Starting XI Real Madrid : D. Lopez-Marcelo-Pepe-Varane-Varvajal-S. Ramos-Luca Modric- Sami Khedira-Di Maria-Gareth Bale-Ronaldo.

Barcelona memainkan tiqui taka khas mereka dengan baik, bahkan tidak menemui kesulitan sedikitpun di lini tengah mereka. Seprti yang sudah saya duga sebelumnya, Real Madrid menyerang dari sektor sayap. Sayangnya, Ronaldo tidak memiliki ruang ketika El Real melakukan serangan, bahkan 2 fullback Barcelona berhasil meredam pergerakan Di Maria dan Gareth Bale, sehingga mereka jarang melakukan umpan lambung diagonal ke kotak pinalti.

Pergantian pemain yang efektif

Kedua pelatih sama-sama melakukan 3 kali pergatian pemain di babak kedua, dan semua pergantian tersebut bisa dikatakan sebagai pergantian yang efektif. Di kubu tuan rumah, Tata Martino secara bergiliran mengganti Cesc Fabregas dengan alexis Sanchez, Andres Iniesta digantikan oleh Alex Song dan terakhir Neymar digantikan oleh Pedro Rodriguez. Pergantian pertamanya berbuah manis di menit ke 78. Neymar dengan cerdik memberikan umpan bola hasil sundulan Xavi kepada Alexis Sanchez yang kemudian mampu mengecoh pergerakan Varane, Sanchez kemudian melepaskan sepakan lambung ke gawang Madrid setelah melihat posisi Diego Lopez yang terlalu jauh meninggalkan gawangnya.

Pergantian yang dilakukan oleh Carlo Ancelotti pun terbilang efektif. Diawali dengan ditariknya Sergio Ramos digantikan oleh Asier Illaramendi yang memang berposisi sebagai gelandang bertahan terbukti lebih mampu menjaga lini tengah Real Madrid dibandingkan Ramos. Kemudian mengganti Gareth Bale dengan Karim Benzem dan Di Maria digantikan oleh Jese Rodriguez. Masuknya Benzema secara otomatis mengubah posisi Ronaldo dan Di Maria. Perubahan posisi ini hampir saja berbuah manis jika sepakan Benzema dari luar kotak pinalti tidak menerpa mistar gawang Barcelona. Sayangnya Real Madrid hanya mampu memperkecil kedudukan semenit jelang peluit panjang. Skema serangan balik yang sangat baik, kerjasama antar Ronaldo dan Jese Rodriguez berbuah gol telat bagi Real Madrid.

Statistik pertandingan

Secara umum, tim tuan rumah menguasai jalannya poertandingan, dengan penguasaan bola sebanyak 54% berbanding 46% milik tim tamu. Barcelona menciptakan 12 peluang untuk mengancam gawang Real Madrid, sedangkan Real Madrid melakukannya sebanyak 10 peluang.

Stats Overview (credit by Squawka.com)

Stats Overview (credit by Squawka.com)

Dari grafik diatas menunjukkan bahwa pertandingan berjalan sangat ketat. Masing-masing tim saling bergantian membongkar lini pertahanan lawan. Jika Barca mencoba membongkar pertahanan El Real melalui skema umpan-umpan pendek, Real Madrid beberapa kali membongkar dari sektor sayap.

Goal Attempts

Goal Attempts (Grphic by whoscored.com)

Dari statistik diatas, efektifitas Barcelona dalam melakukan percobaan tendangan mengarah ke gawang lawan lebih baik dibandingkan Real Madrid. Dari total 12 percobaan yang dilakukan, 8 diantaranya berasal dari open play, 2 berasal dari set piece, dan 2 sisanya berasal dari skema serangan balik. Dari semua percobaan tersebut, Barcelona berhasil mengkonversi menjadi 2 gol. Real Madrid sebenarnya tidak bisa dikatakan jelek dalam upaya menyerang pertahanan tim tuan rumah. Dari 10 percobaan, 8 diantaranya berasal dari open play, 2 sisanya masing masing berasala dari sebuah set piece dan sebuah skema serangan balik yang kemudian berbuah gol balasan dari sepakan kaki Jese Rodriguez.

Passes graphic ( graphic by whoscored.com)

Passes graphic ( graphic by whoscored.com)

Seperti biasanya, Barcelona melakukan passing bola yang lebih banyak dari tim lawan. Dari grafik diatas Barcelona unggul 544 passing berbanding 446 milik Real Madrid. Sesuai dengan skema permainan masing-masing tim, barcelona unggul dalam skema umpan terobosan (trough pass ball) yaitu 10 kali. Pun demikian dengan tim tamu, mengandalkan 2 pemain sayapnya, mereka menciptakan total 19 crossing dari sisi sayap. Passing pendek yang dilakukan oleh barcelona jelas lebih banyak daripada Real Madrid yang lebih sering melakukan long ball pass dalam menyerang.

Neymar da Silva vs Gareth Bale

Selebrasi pemain Barcelona

Selebrasi pemain Barcelona

Sejak awal pertandingan, penonton sudah menunggu aksi Neymar dan Gareth Bale. Seakan mengamini do’a para penonton, pertandingan dilapangan seakan menenggelamkan Messi dan Ronaldo yang kurang greget di pertandingan ini. Dan El Clasico jilid pertama musim ini dipastikan menjadi panggung Neymar da Silva. Beberapa kali ia merepotkan lini pertahanan Real Madrid. Jika melihat proses terjadinya gol pertama, ia berhasil melepaskan diri dari kawalan Carvajal dan Varane yang lebih sibuk menjaga Iniesta. Bola sodoran Iniesta kemudian dieksekusi dengan baik menuju tiang jauh dari Diego Lopez. Gol kedua Barcelona pun hasil dari kreasi Neymar. Dengan cerdik ia memberi umpan matang kepada Sanchez yang kemudian mengecoh Varane untuk mencetak gol kedua.

Gareth Bale? Seakan ia terbebani dengan harganya yang sangat mahal. Buah dari buruknya skema permainan Real Madrid di babak pertama mengakibatkan Bale jarang mendapatkan peluang. Andai saja Ancelotti tidak memaksakan memasang 3 pemain yang bertipikal pemain sayap dalam satu waktu. Jika sejak menit pertama Bale dan Ronaldo di plot sebagai penyerang sayap, dan Benzema sebagai striker tunggal, mungkin akan lebih efektif. Sayangnya Ancelotti terlambat merubah strategi ini. Melihat statistik yang ada, bisa jadi fans Madrid mulai mengutuk Florentino Perez atas penjualan Ozil. Atau mungkin Ancelotti juga mulai menyadari kesalahannya menjual Ozil. Are you missing Ozil, madridistas?

Persaingan masih akan terus berlanjut

Well, El Clasico jilid pertama dimenangkan oleh Barcelona musim ini. Dengan koleksi 28 poin total dari 10 pertandingan, barcelona mantap berada di posisi puncak berjarak 6 poin dari Real Madrid di posisi ketiga. Hadirnya Atletico Madrid yang mampu berada di posisi kedua klasemen menjadi daya tarik tersendiri La Liga musim ini. Anak asuh Diego Simione mencoba menjadi kuda hitam setelah beberapa tahun terakhir jawara La Liga hanya dikuasai oleh Barcelona dan Real Madrid. Dengan skema permainan yang tidak berubah banyak, Barcelona berada di unggulan teratas menjuarai La Liga musim ini. Carlo Ancelotti harus segera menemukan racikan yang tepat untuk tim nya berdasarkan skema yang ia mau. Jika tidak, maka Real Madrid bisa kembali mengalami kesulitan ketika menghadapi tim-tim papan tengah La Liga.

Ronaldo

Ekspresi Ronaldo setelah dilanggar Mascherano

Kinerja wasit Undiano Mallenco semalam memang tidak baik. Pelanggaran terhadap Ronaldo seharusnya memang berbuah pinalti, namun jangan lupa bahwa Sergio Ramos pun selamat dari kartu kuning kedua. Hal ini bisa jadi pertimbangan Ancelotti untuk menariknya dan digantikan oleh Illaramendi. Bagi fans Real Madrid yang masih saja menggerutu kinerja wasit, ada baiknya melihat laga tengah pekan kemarin saat kontra Juventus. Dan saran saya, lebih baik kalian fokus saja pada rutinitas kalian sehari-hari daripada sibuk memperbincangkan kinerja wasit ini. This is just a football game, bro!.

Comments

comments

Trackback from your site.

Fahmi Agustian

Pemuda yang ketlingsut di keramaian ibukota Indonesia.
follow me on twitter @FahmiAgustian

http://fahmiagustian.com

Comments (1)

  • ayyadana

    |

    sundul gan…..
    apapun klub nya sing penting ojo jotos jotosan..
    setuju???

    Reply

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.