Akhirnya, BlackBerry Messenger multiplatform

Written by Fahmi Agustian. Posted in artikel

BBM for Android

BlackBerry Messenger

Awalnya, Research In Motion (RIM) merilis sebuah handset smartphone dengan merk dagang Blakcberry dengan fitur unggulan bernama BlackBerry Messenger (BBM). Setelah sekian tahun RIM membangun BlackBerry menjadi sebuah merk yang diperhitungkan, akhirnya BlackBerry harus mengakui kekalahan atas Android yang mengusung open source. Sebelumnya, Symbian yang menjadi andalan utama Nokia, pada akhirnya juga punah. Android memang sebuah strategi jitu yang dikeluarkan oleh Google dalam persaingan smartphone beberapa tahun terakhir. Android bsia dikatakan adalah Linux versi ponsel. Seperti halnya Linux, pada awalnya Android hanya diminati oleh orang-orang tertentu saja. Apalagi saat Symbian masih dalam era kejayaannya, hanya segelintir orang yang mau melirik Android. Hingga kemudian RIM mulai naik pamornya dengan BlackBerry-nya, Apple yang tetap idealis dengan iOs-nya, pelan tapi pasti Android mulai menunjukkan peningkatan aktivasinya. Tercatat pada bulan mei 2013, Android telah diaktivasi sebanyak 900 juta kali.

Dengan mengusung open source, Android membuka peluang yang luas bagi para programmer untuk tidak hanya membuat aplikasi, tapi juga untuk mengulik Android secara bebas dan legal. Tentu saja ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengguna smartphone yang tidak hanya mementingkan soal gaya dalam penggunaan ponsel. Nokia pada akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Symbian dan kini beralih ke Windows Mobile. Samsung yang sebelumnya pernah memiliki Bada sebagai sistem operasi ponselnya, akhirnya memutuskan untuk mengusung Android. Bebrbagai merk dagang terkenal secara kompak mengusung Android sebagai sistem operasi yang dibenamkan pada smartphone mereka. Hal ini yang kemudian menyebabkan aktivasi Android meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Ketika BlackBerry merasa cukup percaya diri dengan fitur BBM, para developer aplikasi secara sporadis merilis aplikasi-aplikasi messenger yang multiplatform. Sebut saja WhatsApp, KakaoTalk, Line dan pemain lama Yahoo Messenger. Ketika aplikasi-aplikasi tersebut bisa digunakan di berbagai sistem operasi, RIM masih kekeuh untuk mempertahankan BBM sebagai aplikasi khusus pengguna BlackBerry smartphone. Hingga akhirnya RIM menyadari penurunan penjualan, yang kemudian mengakibatkan turunnya saham perusahaan dan berimbas pada PHK besar-besaran terhadap pegawainya, RIM akhirnya memutuskan untuk merilis BBM yang multiplatform. Setelah sekian bulan RIM memutuskan tersebut, akhirnya BBM resmi bisa digunakan di Android dan iPhone.

Bisa jadi ini strategi RIM untuk mencoba bertahan hidup. Meskipun BBM akhirnya bisa digunakan di perangkat selain ponsel BlackBerry, RIM tentu memiliki tujuan tersendiri. Toh pada akhirnya RIM tetap merilis beberapa seri terbaui BlackBerry. RIM tentu tidak ingin hanya menjadi penonton dalam persaingan smartphone. Perkembangan teknologi yang semakin cepat tentu akan melecut RIM untuk tetap mengeluarkan inovasi-inovasi terbaru agar tetap mampu bersaing dengan vendor lainnya.

Pilihan ada pada konsumen tentunya. Bagi mereka yang mengagumi teknologi layar sentuh, Android menjadi pilihan yang bijak jika mempertimbangkan aspek harga. Bagi yang mementingkan kualitas, iPhone bisa menjadi pilihan utama. Keputusan ada ditangan konsumen. Pada akhirnya BBM bisa digunakan di Android dan iOs. Dan sekarang, kita bisa melihat betapa banyak orang menyebarkan kode PIN BBM di berbagai social media. Sepertinya diam-diam mereka ini benci tapi cinta kepada BBM. hehehehehehe.

Bagi yang ingin mencicipi BBM namun tidak memiliki smartphone Android, bisa diinstall di PC atau Laptop, tutorialnya ada di sini.

Comments

comments

Trackback from your site.

Fahmi Agustian

Pemuda yang ketlingsut di keramaian ibukota Indonesia.
follow me on twitter @FahmiAgustian

http://fahmiagustian.com

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.