Untuk Yang Sibuk Bekerja Meniti Karir Untuk Obsesi..

Written by Abu Shofi Shidiq. Posted in artikel

kerja_tim

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..
Perkenankan saya berbagi untuk yang sibuk bekerja meniti karir untuk obsesi..
Saya apresiasi bahwa Anda Luar Biasa dengan kegigihan anda untuk minimal memperbaiki taraf hidup lebih baik dari sebelumnya.

Anda sekolah SD, SMP, SMA, S1, S2,S3, bekerja.. dst…dst.. untuk kehidupan yang lebih baik bukan? terus belajar bagaimana mendapati hidup lebih baik.. ehm sudahkah belajar bagaimana meninggal dengan baik? gak asyik ahh belajar angker gituan.. ilmu agama ngga’ keren! hati-hati jika anda sinis demikian.

Lagi pertanyaan yang membuat banyak orang “menghindar”.. anda percaya semua akan mati kan, sudah siap mati?, kalau ada yang menantang menjawab dengan angkuhnya, ya percaya dan saya siap!!. hati-hati kalau malaikat Izrail mendengarnya jadwal mati anda bisa didahulukan lo.. hehe. Maaf, anda dan kita semua hambaNya wajib percaya kematian tapi tidak harus mengatakan “siap mati” saat anda tau diri perbekalan kita masih kurang, sebaliknya jangan berharap panjang umur juga jika hari-hari diisi dengan duniawi semata. Kali ini saya tidak bercanda bahwa keniscayaan mati justru membuat kita belajar mempersiapkan kematian yang baik dalam segala hal yang berkaitan dengan rutinitas belajar untuk hidup yang baik pula.. integrated! hasanah dunia dan akhirat!.. itukan doa sapu jagat yang sering kita pinta kepadaNya??..

Bisakah anda bayangkan anda dalam suatu pesawat terbang di angkasa dan tiba-tiba Pilot keluar menyapa penumpang.. “Selamat menikmati perjalanan ini, saya Kapten Fulan pilot pesawat ini, perlu saya beritahukan bahwa saya sudah lulus dengan predikat “cumlaude” bagaimana cara menerbangkan namun belum lulus bagaimana cara melandingkan pesawat”.. lalu seorang penumpang bertanya: “lalu bagaiman kita akan landing nanti?!”. Pilot menjawab dengan sumringah dan menggarukkan kepalanya: “Itulah yg sedang saya pikirkan” (wajah tak berdosa) :D.

Banyak orang memikirkan bagaimana bisa meraih hidup/karir sebaik mungkin, namun tidak siap untuk kalah/turun.. padahal prinsip hukum benda dan nyawa adalah musnah!!?? we call it “TEMPORARY CROWN”

crown

Berapa banyak orang stress dan gila karena suatu obsesi karir/hidup/jabatan/tender/uang!!
Anda saksikan fenomena para caleg2 yg terkalahkan itu???
para nasabah bank bermasalah yang milyaran uangnya hangus?
para artis yang galau bin kacau dengan kerutan dan penuaan kulit dan fisiknya ?
Hey, Presiden pun akan turun jabatan loo..!!

Entah tepat waktunya atau sebelum masa pemerintahanya berakhir.

Saran saya kalaupun kita dan jabatan/harta semua akan mati/turun/musnah.. belajarlah dan pilihlah mati/turun/musnah dengan opsi paling “menenangkan” dengan resiko terendah. Adakah yg tiada beresiko?? jawabannya tidak ada!!.

Sebelum lanjut, saya tawarkan dengan beberapa opsi jatuh. apabila anda harus dan pasti jatuh, pilihlah jatuh darimana yg anda pilih:

  1. Awan
  2. Pesawat
  3. Tower PLN
  4. Tiang listrik
  5. Pohon Kelapa
  6. Pohon Mangga
  7. Meja
  8. Kursi

(Orang waras bin cerdas pasti pilih opsi 8 (kursi), ya khan??!)

Saran saya ke-2 kalaupun sudah jatuh dengan resiko terendah, pilihlah pilihan “husnul khotimah” atau “rest in peace” (RIP), jangan GILA dengan memilih jatuh paling teratas nanti anda akan RIS -Rest in Stress! hehhee. Alangkah bersyukurnya kita kalau sudah jatuh dg resiko terendah lalu dibawah/alas tempat kita jatuh adalah Kasur super empuk Springbed yang sudah disiapkan oleh sekitar kita karena “melihat kita dengan harus jatuh dari kursi pun tidak tega dan menilai bahwa jatuh/mati/turun kita sungguh terhormat dan ditangisi oleh karena kehilangan pribadi mulia”

Lalu timbul pertanyaan.. bagaimana jika yang mempercayai/ninggikan diri saya itu adalah masyarakat/lingkungan ?,, sederhana saja anda cukup mengatakan “inna lillah wa inna ilaihi roji’un” dengan titipan tanggung jawab besar itu.. lalu beramanahlah dengan progressif namun tetaplah merasa dibawah alias merakyat. Teringat dengan pepatah bijak dalam bahasa arab : Tawadho’ takun kannajmi laaha linaazhirin (fahuwa rofi’) wa laa takun kaddukhoni ya’lu binafsihi (fahuwa wadhi’)… PR untuk anda agar mencari terjemahan dan filosofinya hehe..

Point Motivasi buat kita semua adalah seperti yg telah diajarkn oleh Guru Motivasi saya Ridwan Muhammad Yusuf:

Learn How to Live and Learn How to Die too..

Learn How to Raise and Learn How to Fall too..

jatuh

Wallahu a’lam

@AbundanCenter99 @busovs

Comments

comments

Tags:

Trackback from your site.

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.