Sedikit opini tentang Barcelona dan Real Madrid.

Written by Fahmi Agustian. Posted in artikel

Barcelona adalah salah satu unggulan yang diprediksi menjadi Juara Liga Champions Eropa musim ini. Bagaimana tidak, Tito Vilanova sepertinya tidak akan mengalami jalan terjal menukangi Barcelona meskipun ia sejak awal mengalami gangguan kesehatan. Pada awalnya, ketidakhadiran Tito Vilanova di bangku cadangan (karena harus menjalani pengobatan) tidak begitu mengganggu pencapaian yang diraih oleh anak asuhnya. Jordi Roura pun seakan hanya menyusun starting XI yang sama pada setiap laga ketika Tito Vilanova absen mendampingi Barcelona. Akibatnya ternyata fatal. Barcelona yang hampir selalu memainkan pemain yang sama mengakibatkan beberapa pemain mengalami cedera. Sebut saja Carles Puyol dan David Villa. Alarm mereka berbunyi ketika AC Milan mengalahkan mereka di San Siro pada laga 16 besar dengan skor 2-0. Beruntung, dukungan sektiar 90 ribu Cules di Camp Nou seakan membuat skuad Allegri tidak berdaya menghadapi gempuran Messi dkk. Leg ke 2 Barcelona membabat AC Milan 4-0. Undian 8 besar mempertemukan Barcelona dengan Paris Saint Germain (PSG). Lawan yang ternyata juga tidak mudah dikalahkan oleh Barcelona. Barcelona diuntungkan oleh sistem gol tandang, sehingga mereka lolos ke semifinal. Undian kembali dilakukan, Barcelona harus berhadapan dengan Bayern Munchen. Tim Bavarian yang melaju kencang di perhelatan Liga Champions musim ini. Terbukti hanya Arsenal yang hampir menghentikan laju kencang mesin Bavarian ini. Sepertinya, mesin Bayern Munchen adalah perpaduan BMW dan Mercedes yang dibalut dengan klasiknya Volks Wagen.

Messi

Lionel Messi adalah target man Barcelona. Banyak orang mengatakan, jika Messi tidak bermain, maka Barcelona mudah ditaklukan. Teori ini terbukti dalam beberapa laga terakhir. Messi diharuskan menepi akibat cedera hamstring.  Barcelona hampir tersingkir di 8 besar Liga Champions musim ini. Jika kalian menonton leg ke 2 Barcelona vs PSG, maka akan sangat terlihat bedanya ketika Messi belum dimainkan, dan ketika Messi dimainkan. Kembalinya Cesc Fabregas ke Barcelona dan masuknya Alexis Sanchez dianggap oleh beberapa pengamat sepakbola hanya sebagai hiasan saja. Tanpa kedua pemain ini pun, Barcelona masih bisa memainkan gaya mereka.

Undian semifinal ternyata tidak berfihak pada Barcelona. Jika diperbolehkan memilih, Barcelona mungkin akan memilih Borussia Dortmund sebagai lawan yang harus mereka hadapi di semifinal. Dan Barcelona juga tidak akan bodoh memilih Real Madrid sebagai lawan mereka di semifinal. Karena Real Madrid musim ini sudah berhasil menaklukan Barcelona di beberapa pertemuan El Clasico.

Bayern Munchen adalah klub yang harus dihadapi oleh Barcelona. Berbeda dengan Barcelona yang lolos ke semifinal berkat agresifitas gol tandang. Bayern Munchen melangkah ke semifinal setelah menghentikan laju kuda zebra si nyonya tua, Juventus. Dengan agregat 4-0, bursa taruhan berbalik mengunggulkan Bayern Munchen akan mengalahkan Barcelona di semifinal. Seperti yang sudah diperkirakan, Bayern Munchen akan mengalahkan Barcelona di semifinal. Yang tidak diprediksi sebelumnya adalah hasil agregat gol “tujuh” berbanding “nol” yang seakan membangunkan mimpi indah publik spanyol akan sebuah laga El Clasico di Wembley. Mimpi itu buyar pada leg pertama. Allianz arena menjadi saksi bisu pembantaian Raja Sepakbola Eropa beberapa tahun terakhir. Skor 4-0 menjadi bekal meyakinkan bagi Bavarian untuk menjalani lawatan ke Catalan. Terbukti, di Camp Nou, Barcelona dibuat tak berdaya, menyerah 3 gol tanpa balas. Rekor tertorehkan, laga semifinal tidak satupun gol diciptakan oleh pemain Barcelona ke gawang lawan. Ada satu gol yang diciptakan oleh pemain Barcelona, Pique. Sayangnya gol itu bersarang di gawang Victor Valdes. Seorang komentator sepakbola Indonesia, Pangeran Siahaan mengatakan bahwa Bayern Munchen menyempurnakan tiki-taka khas Barcelona. Menjadi Tiki-taka versi 2.0. Permainan umpan-umpan pendek dikombinasikan dengan umpan-umpan panjang, didukung postur tubuh para pemain yang ideal, Bayern Munchen seakan memberi “Ujian Nasional” kepada Barcelona tentang materi tiki-taka yang sebenarnya. Sayangnya, Ujian Nasional itu tidak terkendala keterlambatan pendistribusian soal, sehingga Barcelona yang tidak siap secara materi pemain harus mengalami skor agregat 7-0 di laga semifinal. Semoga Ujian Nasional yang dilalui Barcelona kali ini menjadikan Barcelona belajar bagaimana agar bisa tetap bermain cantik tiki-taka khas La Masia tanpa kehadiran Lionel Messi. Karena Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian.

Bagaimana dengan Real Madrid?. Seperti yang sudah saya tulis di artikel sebelumnya, banyak pengamat sepakbola mengatakan bahwa tahun ini Real Madrid diprediksi akan menjadi Juara Liga Champions. Hal ini diperkuat dengan beberapa faktor : kualitas entrenador Jose Mourinho yang sudah tidak diragukan lagi. Komposisi pemain Real Madrid musim ini dinilai oleh banyak fihak sebagai komposisi paling komplit, Real Madrid memiliki pemain pelapis yang tidak kalah kualitasnya  dengan pemain utama di beberapa sektor. Barcelona yang dalam beberapa tahun terakhir sulit ditaklukan, seakan-akan kelemahan mereka sudah diketahui oleh Mourinho, sehingga jika Final di Wembley mempertemukan Real Madrid dengan Barcelona, maka pasukan Jose Mourinho memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.

Ronaldo

Cristiano Ronaldo adalah bintang utama Real Madrid saat ini. Label pemain termahal didunia saat ini memang sangat layak ia sandang. Postur tubuh ideal, kecepatan, akurasi umpan, dua kaki yang sama kuatnya, bahkan tidak sedikit gol yang ia cetak melalui sundulan kepala. Bisa dikatakan, ia adalah salah satu pemain yang sempurna di era sepakbola modern ini. Sayang, ia tidak beruntung harus hidup di masa yang sama dengan Lionel Messi. Bermain di Liga yang sama,membela  klub yang saling berseteru.

Peringatan bagi Real Madrid sebenarnya sudah berbunyi sejak fase grup. Tanpa diprediksi sebelumnya, Borussia Dortmund yang menjadi tim kuda hitam lolos ke fase knock out sebagai juara grup diatas Real Madrid. Mourinho sepertinya tidak gentar dengan peringatan ini, Porto dan Inter Milan dia loloskan ke Final dan menjadi Juara di Liga Champions setelah sebelumnya hanya menjadi runner-up di fase grup. Manchester United mereka singkirkan (dengan sedikit bantuan wasit). Begitu juga Galatasaray, keangkeran Stadion Ali Sami Yen berhasil mereka lalui .Fans Real Madrid bahkan masih sangat yakin ketika undian semifinal mempertemukan Real Madrid dengan Borussia Dortmund. Berbeda dengan Barcelona, andai saja undian semifinal liga champions kali ini Real Madrid boleh memilih, sepertinya Barcelona adalah yang mereka pilih. Karena El Real terbukti sudah mengetahui titik kelemahan Barcelona musim ini. Pada akhirnya, Borussia Dortmund adalah lawan mereka di semifinal. Sebagai catatan : Inter Milan saat Juara di Liga Champions 2009-2010 berada satu grup dengan Barcelona yang kemudian mereka kalahkan di partai semifinal. Dengan aktor yang sama; Jose Mourinho, para Madridistas tentu masih sangat yakin bahwa musim ini Real Madrid akan meraih La Decima. Ketika Barcelona dikalahkan oleh Bayern Munchen dengan skor 4-0, saya yakin seluruh fans Real Madrid tertawa girang dan bahagia. Ternyata tawa itu tidak bertahan lama, karena dalam kurun waktu 24 jam, Real Madrid ditaklukan oleh Borussia Dortmund dengan skor 4-1. Sebagian fans Real Madrid masih yakin bahwa tim mereka akan mencetak 3 gol tanpa balas di Santiago Bernabeu. Yang terjadi adalah 2 gol terlambat Karim Benzema dan Sergio Ramos. Melaju kencang sejak fase knock out 16 besar, Real Madrid harus mengakui kejeniusan Jurgen Klopp yang menjadi laksamana armada Borussia Dortmund. Ternyata “Ujian Nasional” dengan materi Borussia Dortmund juga tidak berhasil dilalui oleh Real Madrid. Jangan protes kepada Mendikbud untuk persoalan “Ujian Nasional” yang satu ini.

Sejauh pengamatan saya yang sok tahu ini, kesalahan Real Madrid dan Barcelona hampir sama. Mereka terpaku pada satu pemain bintang mereka; Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Dan dua tim Jerman, Dortmund dan Munchen terbukti mampu mematikan pergerakan dua “alien” dari liga spanyol tersebut. Fans Barca mungkin akan berapologi dengan mangatakan “Kami kalah karena Messi dan beberapa pemain pilar kami cedera”. Dan hal ini juga harus dimaklumi oleh fans Real Madrid, bahwa komposisi pemain El Real memang lebih diunggulkan, ketika Iker Cassillas harus absen, Diego Lopez muncul sebagai kiper pengganti, ternyata masih bisa diandalkan. Meskipun demikian, saya yakin jika Cassillas tidak cedera, Real Madrid tidak akan mengalami kekalahan telak 4-1 di Signal Iduna Park. Kalah dengan skor telak yang dialami oleh Barcelona dan Real Madrid di leg pertama mencerminkan bahwa pertahanan tim Spanyol saat ini tidak tangguh. Maka di artikel sebelumnya saya berani memberi judul “Akhir dari kejayaan sepakbola Spanyol?”. Sebagus apapun kualitas pemain klub sepakbola dalam sebuah liga pasti akan bermuara pada kebanggaan mereka membela tim nasional negara mereka. Barcelona dan Real Madrid adalah patokan kualitas tim nasional Spanyol saat ini. Melihat fakta yang terjadi, saya pun berani memprediksi bahwa Spanyol tidak akan berbicara banyak di Piala Dunia 2014 tahun depan. Rivalitas Real Madrid dengan Barcelona sangat berimbas pada suasana di ruang ganti tim nasional. Pemain Spanyol yang bermain di Liga Inggris meamang berkualitas, dan seakan melengkapi puzzle Matador. Hal ini bisa kita lihat pada Euro 2012 yang lalu.

EL Clasico di Wembley hanya mimpi. Dan mimpi itu sudah sirna digantikan Der Klassiker. Sepakbola akhirnya hanya menjadi satu dari kepingan perjalanan hidup kita. Tim manapun yang kita dukung, tentu sudah seharusnya tetap kita dukung, apapun keadaannya. Jika kalian adalah pecinta sepakbola, maka beruntunglah kita hidup di masa ketika Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo saling bergantian menorehkan rekor-rekor baru dalam sejarah sepakbola. Kelak kita akan bercerita panjang lebar kepada anak-anak kita betapa indahnya permainan kedua “alien” ini.

Comments

comments

Tags: ,

Trackback from your site.

Fahmi Agustian

Pemuda yang ketlingsut di keramaian ibukota Indonesia.
follow me on twitter @FahmiAgustian

http://fahmiagustian.com

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.