Menjawab Tantangan

Written by Fikri Hakim. Posted in artikel

Tanda tanya merah

Menurut voting salah satu situs internet terkemuka di indonesia, setidaknya ada 3 macam status yang paling sering anda baca saat pertama kali anda buka akun facebook.

Pertama
Status yang isinya keluhan negatif, ex : “gue benci dia, gag mw lgi ktmu dia” (kalau benci,benci aja. nggak usah ngjak-ngjak orang deh) atau “ya ampun, sepatu gue bash, nggak jdi kuliah
deh”  (halah….bilang aja males) dll…

Kedua
Status yang isinya menyebarkan kebaikan. Ex “pagi yg cerah semoga kita smwa bhgia hari ini.. Cemungudh eaa…” (eeaa kakaaa…)

Ketiga
Status ambigu yang subjek, predikat dan objeknya nggak jelas. Ex :”panas…”(emang lgi dimana? Indo lagi hujan terus bung!) Atau “i am otw… u r go away…”??? (memang mau kemana gitu ??? Ga jelas) dll…

Merujuk dari 3 terbesar di atas, ternyata status keluhan adalah yang paling banyak terbaca facebook user ! Waw, ternyata masyarakat kita masih saja mudah mengeluh ya. Pantas saja facebook terus menerus dibanjiri pengguna. Orang galau populer dimana mana toh.
Nah, gejala tersebut rasanya menarik untuk disikapi. Bukan mengeluhnya, tapi karena mengeluh adalah representasi dari sikap diri kita yang negatif terhadap keadaan. Keluhan adalah interpretasi kondisi kejiwaan seseorang terhadap suatu kondisi nyata yang sedang dialaminya. Bukan melarang untuk mengeluh atau curhat, karena mengeluh adalah fitrah daripada manusia itu sendiri. (lantas apa dong yang harus kulakukan ?)

Bagaimana kalau kita jawab keluhan kita, kita lihat apakah kita pantas mengeluhkannya atau tidak ? Jika hal itu adalah hal yang tidak pantas dikeluhkan, lalu untuk apa kita terus mengeluh ? Yuk kita bangkit dan melanjutkan hidup. Jika hal itu adalah hal yang pantas dikeluhkan, bukankah kita adalah orang yang beragama ? Bukannya ajaran agama kita sendiri yang bilang, jika masalah selalu datang bersama jalan keluar ?

Lalu, jika memang seberat itu masalahnya kenapa kita tidak segera menjawabnya ? Apa karena orang lain merasa kasihan kepada kita karena kita ditimpa masalah, lalu kita larut pada masalah itu dan yakin kita pantas dikasihani ? Yuk kita tidak usah hiraukan rasa kasihan yang membunuh kemampuan kita pelan-pelan. Karena salah satu keberhasilan yang membanggakan adalah saat kita mampu mengerjakan hal yang orang tidak percaya kita bisa melakukannya, tapi kita bisa melakukannya.

Bukankah kita sering melihat di berbagai penjuru dunia ini, hal-hal yang sering kali mendecak kagumkan kita, baik melalui internet ataupun televisi, orang orang yang hidupnya dipenuhi dengan keterbatasan, namun mampu melakukan hal yang dapat dilakukan orang biasa, bahkan mereka mampu melakukannya lebih baik. Bukankah orang orang tersebut dipenuhi dengan keluhan ? Bukankah mereka orang orang yang dipenuhi keterbatasan ? Lalu mengapa mereka bisa melakukan lebih dari yang kita bayangkan ? Karena mereka telah mengubah keluhan mereka menjadi tantangan. Dan karena mereka berfokus pada kelebihan mereka dan menjawab tantangan keterbatasan.

Jadi ?

Sudah sampai manakah kita menjawab tantangan kita sendiri ?
Keep spirit !

Comments

comments

Trackback from your site.

Leave a comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.